Sudah Tak Punya Hati, Balita 3 Tahun Meninggal Dunia Dianiaya Bapak Tiri

0
Stop.!!! Kekerasan terhadap anak - anak..(ilustrasi)
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Banyuasin – Sungguh ketelaluan dan tak punya hati lagi manusia satu ini. Walau status sebagai bapak tiri mestinya anak-anak tetap dilindungi dan diayomi. Bukan sebaliknya dianiaya tanpa rasa kasihan serta iba terhadap sibocah.

Miris lagi, Pelaku malah memukuli korban dengan pakai galon air hingga tubuh korban cidera, gendang telinga pecah, dan patah tulang.

Nasib malang dialami seorang balita yang berinisial DE (3 Tahun) hingga nyawanya tak tertolong lagi. Korban masih balita ini meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Bari Palembang lantaran sering korban diduga dianiaya oleh ayah tirinya.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi, mengatakan kasus dugaan penganiayaan ini berawal dari korban yang dibawa ke rumah sakit oleh tetangganya Senin  (28/6/2021).

“Korban saat itu dibawa tetangganya dalam kondisi terluka. Setelah dirawat beberapa hari, balita ini meninggal dunia pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 15.00 WIB,” katanya, Minggu (4/7/2021), dilansir dari Kumparan.com.

Atas peristiwa naas terhadap diri korban usai dilakukan perawatan dan hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami infeksi tetanus, gendang telinga pecah, dan patah tulang bahu yang sudah sembuh. Namun cedera itu membuat kepalanya miring.

“Petugas sudah mengurus jenazah balita itu untuk dibawa ke rumah keluarganya di Gandus,” katanya.

Saat jenazah diantarkan, petugas juga menemui ibunya yang ternyata sudah pulang dari daerah Jalur, Banyuasin. Kasus ini pun telah dilaporkan ibu korban ke polisi.

Tri bilang, dari keterangan sang ibu, korban memang sering dianiaya oleh ayah tirinya. Gendang telinga korban yang pecah juga diduga akibat dipukul menggunakan baskom.

“Kami sudah berkordinasi dengan Polres Banyuasin untuk bersama menindaklanjuti kasus penganiayaan anak ini,” katanya kepada awak media. (Ydi/Red)

Tinggalkan Balasan