Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Setelah santer kepermukaan tentang pungutan uang usulan bahan untuk pencairan dana Sertifikasi di SMP Negeri 5 Kerinci berlokasi di Kecamatan Siulak Mukai, Perlu Kepala Sekolah tersebut membantah ada pembayaran uang yang diminta sebesar Rp. 800 Ribu setiap Guru Sertifikasi.
Informasi berkembang yang di lingkungan sekolah uang pungutan sebelumnya berjumlah Rp. 500 ribu per guru sertifikasi sebagai uang pengganti pengurusan usulan bahan sertifikasi.
Namun, kejadian ini ditepis dan dibantah keras oleh Almiadi, S.Pd selaku Kepsek di SMPN 5 Kerinci kepada Redaksi Siasatinfo.co.id, Selasa (26/5/2026).
Menurut Kepsek Almiadi, kabar tentang adanya pungutan tersebut hanya sebagai wacana yang belum terealisasi di sekolah yang dia pimpin.
“Ini kan hanya isu saja ada pungutan uang pengusulan mencapai ratusan ribu rupiah ke masing-masing guru sertifikasi yang bekerja sebagai tenaga didik di SMPN kita.
Sampai saat ini belum ada kami menerima uang seperti yang di isyu kan itu, jika ada pun pungutan tersebut saya tidak tau dan silakan tanya kepada guru-guru bersangkutan.”
“Untuk menepis isu miring ini, kami bersama para guru yang sudah sertifikasi sudah membuat pernyataan tidak ada membayar uang yang terlanjur disebutkan ke media dan diketahui publik,” Ujarnya Kepsek Almiadi.
Lebih lanjut dikatakan Kadis Dikjar Pemkab Kerinci kepada Siasatinfo.co.id, menjelaskan bahwa, berbagai isu yang menerpa internal dinas pendidikan dan Masing-masing sekolah itu hal biasa agar kita sering introspeksi diri.
“Kejadian serta isu miring menerpa kita di dinas pendidikan jangan dijadikan sebuah traumatis individu. Tetapi harus memantik agar kita lebih bersih dan transparan dalam memimpin, terlebih untuk pelayanan maksimal.
Masing-masing kita harus bertanggungjawab atas keteledoran dalam menjalankan kebijakan dan selalu bersikap mengayomi, bukan sebaliknya.”
“Kedepannya saya selalu Kadis Pendidikan dan Pengajaran akan terus berbenah dilingkungan ini, mulai dari tingkat PKBM, PAUD, TK, SD dan SMP harus ada perubahan yang bukan menjadi sorotan negatif masyarakat Kerinci,” Pungkasnya Kadis Isra Kamal, S.Pd. (Red Sst)


















