Belum Usai Pungli Sertifikat,Terungkap Tanah Kas Desa Dikuasi Kades Herman

0

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Setelah terungkap dugaan Pungli Sertifikat Tanah dan pemalsuan dokumen kepemilikan hak atas tanah bekas erupsi lahar dingin Gunung Kerinci sekitar 4 tahun silam yang dilakoni oknum Kades Herman.

Belum saja usai persoalan pengadaan sertifikat tanah, kini mencuat pula penguasaan tanah kas desa (TKD) dikuasai Kades Herman tanpa laporan keuangannya ke masyarakat Desa Sungai Rumpun.

Tanah Kas Desa (TKD) merupakan aset masyarakat desa yang berukuran luas sekitar 2 hektar dikuasai penuh secara sepihak oleh Kades Herman sudah bertahun-tahun lamanya tidak jelas laporan keuangannya.

Informasi diperoleh Siasatinfo.co.id, menyebutkan bahwa tanah aset Desa Sungai Rumpun berupa TKD dikuasai sepihak oknum Kades beserta keluarganya hingga sekarang seakan-akan sudah menjadi milik pribadi Kades Herman.

“Buktinya sampai sekarang tanah kas desa belum ada laporan secara terbuka dalam musyawarah desa tentang laporan keuangannya.

Kami berharap pihak Inspektorat Kabupaten Kerinci memeriksa dan mengaudit keuangan dari hasil sewa ataupun penghasilan TKD yang tak jelas itu.”

“Warga masyarakat sudah lama memperbincangkan soal TKD yang sudah bertahun-tahun dikuasai Kades Herman, tapi sampai saat ini tetap saja nol besar penghasilan yang dilaporkan Kades ke masyarakat,”Ujarnya sumber warga.

Lebih parah lagi, lokasi bekas wisata lahar dingin yang semula merupakan areal persawahan warga petani.

Alih-alih lokasi wisata lahar dingin sudah pupus, kini Kades Herman tanpa musyawarah dengan pemilik tanah sawah menjadi lokasi kontrak sewaan ajang pemotor cross dengan menginjak hak masyarakat petani.

Menurut beberapa warga, mereka kebingungan tentang tapal batas tanah sawah setelah tertimbun lahar dingin dari Erupsi Gunung Kerinci.

“Namun seharusnya tanah persawahan sebagai penopang hidup warga segera dikembalikan ke pemilik sah bukan menjadi ajang bisnis pribadi Kades dan kroninya.

Tanah persawahan ini tidak juga dengan semena-mena Kades merampas untuk jadi kontak sewaan dan tempat motor cross yang hanya masuk kantong pribadinya sendiri tanpa pikirkan warga petani,”katanya warga.

Kabar terakhir Kades Herman bersikukuh bahwa lokasi sawah yang terimbas lahar dingin itu semua milik keluarganya sendiri, tidak berkaitan dengan warga lainnya.

Namun hingga berita ini dipublish Siasatinfo.co.id, terkait soal penguasaan tanah kas desa yang tak jelas juntrungannya itu, belum diperoleh keterangannya.(Tim Red)