Mencuat lagi, Kades Sungai Rumpun Terlilit Dugaan Korupsi DD dan Penggelapan Dana Bumdes

0

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Tidak hanya kasus dugaan Pungli Sertifikat Tanah dan mengelola penuh tanah kas desa (TKD) Sungai Rumpun yang melilit Kades Herman, kini muncul lagi dugaan penggelapan dana BUMDes dan korupsi DD yang menjadi buah bibir warga.

Soal pengelolaan dana BUMDes di Desa Sungai Rumpun, Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci selama Kades dijabat Herman tak jelas juntrungannya. Anggaran banyak terserap dari dana desa (DD), tapi catatan masukan dan pengeluaran keuangan hanya topeng yang terus menjadi pertanyaan.

Menurut keterangan sumber menyebutkan bahwa BUMDes di Sungai Rumpun sudah lama tak berfungsi dananya entah kemana. Warga berharap tim Inspektorat Pemkab Kerinci untuk mengaudit secara transparan keuangan BUMDes yang sudah tak berfungsi lagi.

“BUMDes di desa sungai rumpun sudah mati dan tak jelas kemana catatan uang masuk dan pengeluaran nya.

Dulu setiap ditanya soal uang DD dikemanakan selalu jawab Kades lebih diarahkan ke BUMDes. Fisik proyek desa bersumber dari DD sampai sekarang entah kemana selama Herman jadi Kades.”

“Lebih kita sesali juga tindak lanjut pemeriksaan dari tim Inspektorat seperti dipandang sebelah mata oleh Kades,” Ujarnya sumber.

Bahkan untuk wisata lahar dingin juga kata Kades dikelola oleh BUMDes, namun hasil jual beli karcis tempat wisata lebih dikuasai oleh keluarga nya kades.”

“Agar jelas keuangan BUMDes dikemanakan saja, tim pemeriksa dari Inspektorat untuk tidak menganggap sepele kasus DD yang harus dipertanggungjawabkan Kades Herman,” Ungkap warga.

Lebih parah lagi, penggelapan uang sewa dan penguasaan tanah kas desa (TKD) dikuasai Kades Herman tanpa laporan jelas sangat penting diusut penegak hukum dan diaudit Inspektorat.

Sebab, Tanah Kas Desa (TKD) merupakan aset masyarakat desa yang berukuran luas sekitar 2 hektar dikuasai penuh secara sepihak oleh Kades Herman dan sudah bertahun-tahun lamanya tidak jelas laporan keuangannya.*(Tim Red)