Terkait Pengeroyokan Audrey; Gubernur Sutarmidji Sebut Pengeroyokan Siswi SMP Pontianak Penculikan, Tak Bisa Ditoleransi!

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Pontianak,- Viral kasus pengeroyokan 12 Siswi SMA terhadap korban Audrey jadi sorotan semua kalangan masyarakat, Netizen Net, Medsos, karena kesadisan Pelaku pengeroyokan tergolong brutal dan sadis. Pasalnya, selain dikeroyok organ intim vital di cekoki paksa agar keperawanan korban Audrey tak suci lagi.

Tak mau dibilang diam dan para pelaku pengeroyokan kebal hukum dengan tameng masih bawah umur itu Gebernur Midji angkat bicara.

Gubernur Kalbar Sutarmidji, menyebut pengeroyokan siswi SMP Pontianak yang dilakukan siswi SMA termasuk Penculikan.

Menurutnya, kasus ini harus tetap diproses secara hukum. Jangan ada toleransi meski pelaku anak dibawah umur.

“Saya minta kasus ini tetap dilakukan proses hukum, karena ini terencana. Semua telah diatur dalam sistem hukum kita bagaimana menangani kasus kejahatan yang dilakukan anak-anak atau mereka yang belum cukup umur,” kata Sutarmidji kepada awak media .

Menurut Sutarmidji, kasus ini bukanlah kenakalan remaja biasa.”Ini bisa masuk kategori penculikan, ini sudah tidak dapat ditoleransi, memang dibawah umur tapi dari sisi korban juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Sutarmidji menegaskan, tidak selamanya pelaku tindak pidana seperti ini dikesampingkan karena di bawah umur.Pelaku harus bertanggungjawab atas perbuatan yang telah direncanakan ini sampai adanya penjemputan.

“Kalau selalu berlindung karena pelaku dibawah umur, suatu saat akan banyak kejahatan yang dilakukan anak dibawah umur atas perintah orang dewasa,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta kasus ini terus diproses secara hukum sesuai dengan aturan dan Undang-undang yang berlaku.

Pihak sekolah juga dimintanya tak hanya berdiam diri atas terjadinya kasus yang memalukan dalam dunia pendidikan Kalbar ini.

“Sekolah juga jangan cuma diam, harus memberikan pembinaan kepada semua siswa,” perintahnya.

Midji mengaku sangat kecewa atas peristiwa kekerasan dalam dunia pendidikan ini.

“Saya sangat kecewa, sekalipun dilakukan bukan di lingkungan sekolah, tetapi sekolah sepertinya tidak memberikan pelajaran yang baik tentang adab,” ujarnya.

Gubernur Midji minta para pelaku layak mempertanggungjawabkan perbuatannya karena sudah mempermalukan daerah ini.

“Sekolah juga jangan cuma diam, harus memberikan pembinaan kepada semua siswa,” perintahnya.

Midji mengaku sangat kecewa atas peristiwa kekerasan dalam dunia pendidikan ini.

“Saya sangat kecewa, sekalipun dilakukan bukan di lingkungan sekolah, tetapi sekolah sepertinya tidak memberikan pelajaran yang baik tentang adab,” ujarnya.

Midji minta para pelaku layak mempertanggungjawabkan perbuatannya karena sudah mempermalukan daerah ini.

Rambut Ditarik Saat Berkendara

Penganiayaan terjadap korban terjadi setelah dijemput DE menuju rumah P, korban keluar menggunakan roda dua dan diikuti dua sepeda motor yang pengendaranya tidak dikenal korban.

Setelah sampai di Jalan Sulawesi, korban dicegat. Tiba-tiba dari arah belakang, terduga pelaku, TR menyiram air dan menarik rambut korban sehingga terjatuh.

Setelah korban terjatuh, saudari EC menginjak perut korban dan membenturkan kepala korban ke aspal.Setelah itu, korban melarikan diri bersama P menggunakan sepeda motor.

Namun korban dicegat kembali oleh saudari TR dan saudari LL di Taman Akcaya yang tidak jauh dari TKP pertama.Setelah itu, korban dipiting oleh TR. Selanjutnya LL menendang pada bagian perut korban.Namun saat kejadian itu dilihat warga sekitar, sehingga pelaku melarikan diri.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, dari hasil pemeriksaan pihaknya pelaku pengeroyokan mengarah ke tiga orang.

Korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah kejadian ini.Au menjalani serangkaian rontgen untuk pemeriksaan tengkorak kepala dan dada untuk mengetahui trauma yang diakibatkan pengeroyokan tersebut.

Diketahui, korban pada awalnya tidak berani melaporkan kejadian ini karena mendapatkan ancaman dari para pelaku.

“Ada ancaman pelaku bahwa kalau sampai mengadu ke orangtuanya, akan mendapatkan perlakuan lebih parah lagi,” timpal Tumbur Manalu.

“Korban merasa terintimidasi sehingga tak berani melapor. Namun setelah dilaporkan pada pihak kepolisian, pada hari itu langsung ada proses mediasi di Polsek Pontianak Selatan, proses sidiknya terhadap pelaku masih berjalan,” tambahnya.

Melalui tagar tersebut netizen di dunia maya menyampaikan kabar, opini, dan keresahannya mengenai kasus pengeroyokan siswi SMP ini.

Akun @syarifahmelinda misalnya, menuliskan kronologi pengeroyokan yang dialami korban hingga akhirnya dirawat di rumah sakit.

Kabar yang disampaikan @syarifahmelinda ini kemudian banyak di-retweet dan dikomentari netizen.

Seperti disampaikan akun @bungaocta5, yang mengutuk tindakan terhadap korban.

Tak hanya tagar, petisi untuk mendukung korban pun muncul di lini masa media sosial.

Hingga pukul 16.30 WIB, petisi #JusticeForAudrey sudah ditandatangani sekitar 167.439 orang, Selasa (9/4/2019).( Red).

Tinggalkan Balasan