Raib Tanpa SPJ, Milyaran Dana Dinas Perkim Sungai Penuh Tersandung Dugaan Korupsi

0
Ini Kantor Dinas Perumahan Dan Pemukiman Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi.
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Sungai Penuh – Ada dugaan korupsi soal dana kegiatan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2018 dan 2019, kini menjadi ‘gonjang ganjing’ dikalangan PNS Kota Sungai Penuh.

Informasi diperoleh, sejumlah dana hampir Satu Milyar yang dikelola raib diduga tanpa SPJ. Menyeruak kabar,  proses pencairan anggaran ke Badan Keuangan Daerah tanpa melalui prosedur.

Informasinya,  anggaran yang sudah menjadi silpa juga dicairkan tanpa adanya bukti fisik kegiatan alias fiktif.

“Iya,  kegiatan konsultan (jadi silpa) dicairkan. Kita juga heran, kenapa BKD bisa mensetujui pencairan dana itu tanpa bukti fisik. Bukan dibidang ini saja, dibidang lain juga ada. Sekarang diperiksa khusus oleh inspektorat,” ujar sumber.

Sumber lain juga mengungkapkan dan berharap dugaan korupsi di Perkim Kota Sungai Penuh diusut tuntas.

“Tahun 2018 parah juga. Banyak temuan BPK,  tahun ini lebih banyak lagi. Usut saja sampai tuntas, ” ujarnya.

Dana tahun 2019, dikatakannya, kegiatan proyek swakelola dilakukan tidak sesuai dengan RAB,  seperti proyek jamban, bedah rumah dan lainnya.

“Banyak disini.  Semuanya banyak masalah. Tanya langsung dengan Kadis dan bendahara, “ujar sumber.

Sumber lainnya juga mengungkapkan, permasalahan anggaran Dinas Perkim juga mendapat perhatian dari Sekda Kota Sungai Penuh Munasri. Munasri disebut telah memanggil bendahara supaya mengganti dana itu.

“Pak Sekda sudah panggil bendahara supaya uang dinas diganti secepatnya. Bendahara mengungkapkan akan segera mengganti. Cuma apa diganti apa belum kita belum tahu, “ujar sumber.

Kepala Inspektorat Suhatril membenarkan bahwa Inspektorat sedang melakukan audit. Namun, dirinya membantah melakukan audit khusus di Dinas Perkim.

“Tidak ada audit khusus. Kita melakukan audit reguler. Audit itu biasa dilakukan, ” ujarnya dikonfirmasi adanya informasi bahwa instansinya melakukan Audit khusus. (red)

Tinggalkan Balasan