GILA..! 20 Gadis Remaja Korban Pencabulan Dukun Durjana, Modus Ritual Bugil Jurus Buang Sial

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id, berita Garut,-Ada saja cara dukun jaman now untuk memikat gadis remaja sebagai mangsa  guna memenuhi kebutuhan nafsu birahi, seperti yang terjadi di Garut baru ini.

Setidaknya sudah 20 orang gadis berumur 15-17 tahun di Kabupaten Garut, jadi korban pencabulan yang dilakukan Riswan Ginanjar (26). Pelakunya mengaku dukun. Kini seluruh korban mengalami trauma pascakejadian durjana tersebut.

Dukun Palsu Riswan saat diperiksa penyidik di Polres Garut.

Dukun Riswan Ginanjar (26), berhasil mencabuli 20 gadis. Pelaku mengaku sebagai dukun. Modusnya, Riswan memiliki jurus ampuh membuang galau dan sial. Aksi durjananya berlangsung saat korban harus mengikuti ritual telanjang bulat alias bugil.

Ulah dari perangai busuk Riswan ini, sudah berlangsung setahun, sejak Juni 2018. Kepada polisi, dukun cabul ini menyebut ada 20 gadis yang menjadi korbannya. Pernyataannya sering berubah-ubah, awalnya dia menyebut ada 16 orang gadis yang jadi ‘pasien’.

“Totalnya ada 20 (korban),” ujar RG di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019).

Awal dari aksinya, Riswan berkenalan dengan para gadis di Facebook dan aplikasi perpesanan WhatsApp. Setelah berkenalan, ia mengklaim dirinya “Dukun Sakti” yang mampu menghilangkan sial dan kegalauan.

Setelah tau mangsanya mulai terpikat, mereka kemudian saling bertemu dan melakukan ritual bugil sebagai syarat kepada korban. “Iya (lakukan ritual bugil). Saya mengaku jadi dukun. Kegiatannya di rumah saya,” katanya.

Pelaku kepada penyidik menjelaskan soal metode praktik perdukunan yang dilakoni. “Ada kias dan pangasal. Dua-duanya (korban dan pelaku) harus bugil dan berhubungan badan. Tujuannya untuk buang sial,” kata Riswan saat ditanya penyidik.

Aksi pemuda pengangguran ini terungkap setelah salah seorang korban mengadukan ke orang tuanya. Orang tua kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya putrinya yang masih berusia 16 tahun itu ke Polsek Cisewu.

“Tersangka masih terus kami lakukan pemeriksaan intensif guna mengungkap motif yang sebenarnya dan jumlah korban yang pasti,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna. (Js).

Tinggalkan Balasan