Diputus Kontrak 2 Pemilik Tambang Batu Bara, Ratusan Pekerja Lokal Menganggur

0
Lokasi Aktivitas Tambang Batu Bara di Jambi. Ilustrasi Penambangan
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Jambi – Dampak dari pemutusan kontrak kerja oleh dua pemilik tambang, yakni PT Bumi Bara Makmur Mandiri dan PT Kurnia Alam Investama, Perusahaan jasa pertambangan batu bara di Jambi , PT Universal Support, terpaksa berhenti operasinya. Selain itu, ratusan pekerja yang kebanyakan merupakan masyarakat sekitar kini terpaksa menganggur.

Berhasil dihimpun mereka yang terdampak termasuk pekerja dari Desa Hajran dan Matagual, Kecamatan Batin XXIV, Jambi, yang merupakan lokasi inti lingkar tambang.

Sementara menurut Matagual Datuk Doni Putra Mountazouri, mantan Kepala Desa sangat menyayangkan penghentian operasi Universal Support yang berdampak amat negatif bagi warga setempat.

Diketahui ratusan warga menggantungkan hidup di Universal Support dengan bekerja sebagai manajemen, operator, juru masak, juru cuci, hingga keamanan. Saat ini, mereka terpaksa menganggur karena operasi perusahaan berhenti.

“Baru setahun saja dampaknya sudah terasa. Banyak warga tidak punya pekerjaan. Sudah mulai banyak muncul pencurian. Ini berbahaya kalau dibiarkan berlarut-larut,” ujar Doni lewat siaran pers, Minggu (16/5/2021).

Senada dengannya, Datuk Budimansyah, sesepuh yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Hajran juga menyebut, kehadiran Universal Support membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat sekitar. Sejak Universal Support menggelontorkan investasi di ladang milik Bumi Bara dan Kurnia Alam, perekonomian di desa Hajran dan Matagual menurutnya berubah drastis.

“Ekonomi bertumbuh pesat. Universal Support membangun jalan, jembatan, dan melakukan transfer teknologi kepada sumber daya manusia lokal secara besar-besaran,” bebernya.

Dulu, kata dia, Desa Hajran tertinggal karena kondisi infrastruktur terbatas. Hasil perkebunan kelapa sawit tidak optimal. Kendaraan yang membawa sawit hanya roda dua. Kondisi ini membuat petani sawit di Desa Hajran kerap ditekan tengkulak. “Karena itu kami berharap Universal Support bisa kembali beroperasi,” tutur Budimansyah dilansir dari sindonews.com.

Sebagai informasi, Universal Support merupakan pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) Penanaman Modal Asing (PMA). Sedangkan Bumi Bara dan Kurnia Alam merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Namun tidak diketahui secara jelas apa penyebab dua pemilik tambang tersebut melakukan pemutusan kontrak dengan PT Universal Support.(Ids/Red)

Tinggalkan Balasan