lagi, Proyek normalisasi sungai di desa Punai Merindu milik PUPR Kerinci Asal Jadi

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id Kerinci – Selain tidak miliki papan nama proyek, pekerjaan fisik Proyek normalisasi sungai tayek nek desa punai merindu milik PUPR Kerinci bidang Sumber Daya Air (SDA), pekerjaannya pun asal jadi.

Akibatnya, pekerjaan normalisasi ini menuai berbagai protes warga pemilik lahan sawah. Malah kini buntutnya, warga masyarakat desa Punai Merindu kecamatan Keliling Danau kabupaten Kerinci, menuding Kades bersama Kontraktor bersekongkol dalam pekerjaan ini.

Pekerjaan selain memperkecil ukuran lahan sawah petani, badan jalan utama malah turut menjadi sempit.

Berhasil dihimpun siasatinfo.co.id, Rabu (11/12/19), disamping semrawut perencanaannya, proyek  ini juga dikerjakan tumpang tindih dengan proyek 2017.

“karena sebelumnya sudah di kerjakan oleh kontraktor lain tanpa ada musyawarah masyarakat.

“Paket pekerjaan ini di bawa oleh kades punai merindu, sebelumnya bukan disini di usulkan, melainkan di sebelah selatan desa Punai merindu.

“Namun tidak dapat persetujuan dari masyarakat maka di alihkan ke seberang sungai Batang merao atau di sebelah timur desa Punai merindu,”ungkap salah satu warga kepada siasatinfo.co.id.

Lebih aneh lagi, tanpa ada musyawarah masyarakat, diduga kades dan kontraktor sudah bersekongkol dalam pelaksanaan pekerjaan normalisasi ini.

” Iya, kita bisa lihat sawah dan jalan makin mengecil akibat tanah dan lumpur tidak di tata dengan benar” Ungkap Safri.

Seharusnya kata safri lagi, hal ini tidak terjadi jika warga tau bahwa disini ada proyek PUPR Kerinci, terutama jalan tersebut merupakan akses utama untuk menggangkut hasil panen pertanian warga.

Warga tidak tau ada proyek normalisasi sungai disini, karena papan nama proyek tidak dipasang.

Dan pekerjaannya hanya hitungan hari sudah sia. Ini jelas merugikan warga dan pihak yang terkait harus ambil tindakan karena ini jalan utama warga untuk angkut hasil panen jelasnya kepada kerincitime.co.id

Hingga sampai saat inipun kades punai merindu dan pihak rekanan belum dapat di konfirmasi.

Tinggalkan Balasan