Dana BOS dan LKS SMA 1 Batanghari Di pertanyakan

0
Ini Sekolah SMA Negeri 1 Batang Hari, Provinsi Jambi. Siasatinfo.co.id
Spread the love

Batanghari siasatinfo.co.id – Bantuan operasional sekolah(BOS) SMA Negeri 1 Batanghari, menuai kecurigaan Ormas Laskar Merah Putih Indonesia(LMPI) Batanghari.

Pasalnya Ketua LMPI Batanghari  Abdul Bakir mecurigai adanya kejanggalan dalam realisasi penggunaan BOS yang senilai 1,4 miliar itu  yang nenurutnya ada nya indikasi realisasi penggunaan BOS yang di kelola di sinyalir tidak tepat sasaran. Sehingga LMPI mengeluarkan surat permintaan Klarifikasi Roni Setiawati selaku Kepala sekolah.

Ketua Laskar merah putih indonesia itu menyayangkan Fisik bangunan sekolah di yang  terkesan  minim sentuhan pada item perawatan terutama pengecatan, perbaikan kerusakan di beberapa bagian plafon gedung sekolah,perbaikan lantai serta moubeler yang sudah tidak layak pakai.

Abdul Bakir menambahkan, di masa vandemi Covid-19 saat ini Pihak SMU. N 1 Batanghari yang kerab di sebut dengan sebutan ” Smansa”itu tidak membeli peralatan protokol kesehatan.

Miris nya lagi lanjut Abdul Bakir, ada nya laporan wali murid sekolah yang bersangkutan ada nya pembelian Buku Lembaran Kerja Siswa(LKS) sebagai sarat untuk mengikuti ujian setiap semester.

” kita melihat di sini ada unsur penekanan kepada murid murid untuk membeli LKS karena murid murid di wajibkan untuk membeli LKS tersebut dan harga LKS 300 ribuan persiswa kata Abdul bakir.

Kepsek Rony Setiawati saat di komfirmasi wartawan senin 22/02/2021di duga tidak berani klarifikasi Dan terkesan mengeluh.

” kadang kami ini susah bang,di komfirmasi nanti naik nya juga negatif kan,kita klarifikasi juga percuma,statmen kita juga tetap akan di bawa pada main set abang abang ni” kata kepsek terkesan menghindar.

Informasi yang ditrima Bratapos.com dari salah satu nara sumber yang dapat di percaya ada nya dugaan penerimaan fee dari keuntungan LKS oleh pihak sekolah mencapai 40 persen.

” ada seseorang yang tau persis bahwa fee yang di terima sekolah dari keuntungan LKS mencapai 40  saja  persen.

Begini, anggaplah harga LKS 200 ribu rupiah 40 persen dari 200 ribu berapa, dikali kan 900 orang jumlah siswa setiap semester berapa hasil nya” ungkap nara sumber. (Herlas) 

Tinggalkan Balasan