Dahsyat Rayuan Sang Duda, Gadis 14 Tahun Pasrah Lagi Haid Kesuciannya Direnggut Siang Malam

0
Pelaku Cabuli Anak Gadis Bawah Umur, Abdul Toni (35) Ditangkap dan masuk hotel prodeo Polisi.
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Banyuwangi – Dahsyat rayuan maut pria berstatus duda bernama lengkap Abdul Toni (35) berhasil menggagahi tubuh korban Melati, 14 tahun ( bukan nama asli-Red).

Aksi pelaku gasak tubuh korban masih perawan seperti mirip dengan predator anak, karena nafsu bejad pelaku memperkosa korban saat sedang datang bulan.

Lebih ironis, gadis polos terpaksa pasrah menyerahkan keperawanannya dan korban disetubuhi dalam kondisi lagi datang bulan (Haid), bahkan 2 kali malam serta 2 kali siang hari tubuh Melati dinikmati sang duda.

Tersangka Pelaku Cabul Anak Bawah Umur Masuk Kerangkeng Kepolisian.

Sebuah aksi mirip predator anak dilakukan Abdul Toni, 35 tahun, warga Banyuwangi. Duda ini memperkosa anak berusia 14 tahun. Bejatnya pelaku, korban diperkosa saat sedang datang bulan.

Seorang gadis di Banyuwangi dipaksa pria duda melakukan hubungan badan meski sedang datang bulan.

Tersangka AT (35) warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi Kota, sedangkan korban masih berusia 14 tahun.

“Kasus persetubuhan anak di bawah umur ini bermula ketika tersangka mengajak korban jalan-jalan, kebetulan tersangka dan korban ini saling mengenal karena sama-sama suka musik,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kapolsek Banyuwangi Kota AKP Kusmin.

Kata Kapolsekta Kusmin, kronologinya pada hari Sabtu minggu lalu, tersangka menghubungi korban melalui chat untuk diajak keluar. Semula korban diajak jalan-jalan, sempat membeli jajan dan minum di Plengsengan Pantai Boom. Kamis (1/4/2021) dua hari lalu.

Waktu terus berlarut saat malam datang, AT mengajak korban pulang dan menginap di rumahnya. Rupanya AT sudah memiliki niat jahat untuk menggauli korban yang masih di bawah umur. Bermodal bujuk rayu, AT memaksa korban melayani nafsu bejatnya.

Lanjut Kusmin, korban hanya bisa pasrah melayani nafsu tersangka, meski saat itu kondisi korban tengah datang bulan, pada malam hari tersangka menyetubuhi korban dua kali, pada siang keesokan harinya tersangka kembali menyetubuhi korban dua kali.

Ketika itu, Ibu tersangka berada di rumah saat anaknya melancarkan aksi bejat tersebut kepada korban. Anehnya, ia tak mencegah maupun menegur tersangka saat melakukan persetubuhan terlarang ini,” ujar Kusmin.

“Pada saat kejadian, ada ibunya tersangka, kebetulan tersangka ini tinggal berdua dengan ibunya. Namun ibu tersangka sepertinya tidak terlalu memperhatikan mereka,” ungkap Kusmin.

Merasa puas akan nafsu bejatnya, tersangka lantas mengantar korban ke rumah temannya pada Minggu sore. Korban menghubungi keluarganya agar dijemput. ” Ketika pulang inilah, korban menceritakan peristiwa (persetubuhan) itu kepada tantenya,” terang Kusmin.

Keluarga korban yang tidak terima kesucian buah hatinya telah dinodai tersangka, langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi. Petugas langsung melakukan pemeriksaan dan mengantarkannya untuk menjalani visum.

Tak butuh waktu lama, polisi juga berhasil menangkap tersangka. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman kasus untuk menggali apakah ada korban lainnya yang sudah menjadi mangsa tersangka.

“Tersangka kita jerat Pasal 81 ayat (2) UU 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. Ancamannya maksimal 15 tahun,” tutup Kapolsekta Banyuwangi.(Ynto)

Tinggalkan Balasan