Aneh! “Alasan Muak Saya Diminta Mundur dari Kades Jernih Jaya”

0
Kades Zalfinur dan Penyegelan Kantor Desa Jernih Jaya Kabupaten Kerinci. Foto Harian Siasat Info
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Kerinci – Aneh memang! Gegara BLT dan ‘Muak’ lihat Kades Zalfinur sekelompok orang dari warga Desa Jernih Jaya Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci, gelar aksi demo dengan menyegel kantor desa untuk tidak dihuni Perangkat Desa serta Kades Zalfinur.

Padahal, pembagian bantuan langsung tunai kepada warga masyarakat setempat sudah dijaring dengan aturan semestinya oleh para RT,Kadus, dan perangkat desa Jernih Jaya, mulai dari warga Rentan Kemiskinan, Cacat Total atau Sakit Menahun, Lanjut Usia (Lansia), Karyawan PHK.

Saat Aksi Sekelompok Warga Melakukan Aksi Penyegelan Kantor Desa Jernih Jaya. Media Online Siasatinfo.co.id

Bukan hanya itu, pihak perangkat Desa malah usai menjaring bagi warga berhak menerima BLT, mereka menempelkan nama – nama tercatat berhak menerima BLT kesetiap dusun selama 3 hari, namun tidak ada protes.

Berhasil dimintai keterangan oleh siasatinfo.co.id, kepada Zalfinur dikediamannya dua hari lalu, Jum’at (26/6/2020), mengatakan pihak yang berdemo itu tidak senang dan muak melihat kepemimpinannya.

“Kenapa setelah BLT keluar malah ada sekelompok orang yang tidak senang malah protes, dan menuding kalau yang terima bantuan kebanyakan keluarga kaya dan kerabat dekat saya.

“tentu saya heran dengan protes mereka. Malah mereka menuntut kami untuk membagikan BLT secara merata setiap warga.

“Kalau memang ada peraturannya pasti kita kabulkan, tapi protes mereka malah beralih ke status sosial karena saya dianggap tidak mau masuk masjid, acara adat, pernikahan, dan lainnya yang dituduhkan ke saya,”ungkap Zalfinur.

Disamping soal bantuan pemerintah lainnya ke warga, Kades Zalfinur juga menuai tudingan Pungli Sertifikat PTSL (Program Tanah Sistimatik Lengkap), sebanyak 600 orang yang dipungut uang sebesar Rp300 ribu.

“Memang ada pungutan uang Rp 200 ribu untuk administrasi pengurusan Sertfikat, tapi bukan dipungut Rp 300 ribu seperti yang ditudingkan.

“penyerahan sertifikat pun langsung oleh Bupati Kerinci serta dihadiri Camat dan unsur muspika,”ujar Kades.

Dikatakan lagi, selain uang Rp 200 ribu administrasi sertifikat tanah, memang ada tambahan Rp 40 ribu untuk biaya konsumsi pada acara penyerahan sertifikat oleh rombongan bapak bupati.

“Uang beli nasi untuk makan bersama dengan warga sebesar Rp 40 ribu. Itupun dipungut panitia yaitu, Samianto, Jarisan, Dahri Iskandar, Maradona, Jasril, Jermes Iswandi, Samino dan Wanto.

“Kelebihan dana konsumsi saat acara yang mereka tudingkan itu, hanya sebagai alasan saja agar saya mau menandatangani surat mundur dari Kades Jernih Jaya, ya saya tolak lah,”terang Zalfinur dengan nada tegas.

Diketahui sebelumnya, Desa Jernih Jaya selama dipimpin Kades Zalfinur memiliki segudang prestasi yaitu, Piagam Presiden Jokowi Petani Teladan Tingkat Nasional, Sertifikat Program Kampung Iklim dari Menteri Lingkungan Hidup.

Perintis Lingkungan Hidup dari Bupati Adirozal, Bumdes Ikon Wisata Rawa Bento, Lingkungan Hidup Mewakili Provinsi Jambi tingkat Nasional.(Yl/Red).

Tinggalkan Balasan