Tega! Kabid Ops Dishub Tanjabtim, Diduga Sunat Dana Honorer Operasional Penjagaan Covid-19

0
Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjabtim Provinsi Jambi. Media Online Siasatinfo.co.id
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Tanjab Timur – Sungguh sangat miris sekali yang dilakukan seorang oknum pegawai yang menjabat sebagai Kepala Bidang Ops. Dinas Perhubungan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi yang bernama Aditya Gunadi.

Dia dituding tega memotong gaji operasional penjagaan Covid-19, yang diperuntukkan untuk honorer yang bertugas penjagaan diperbatasan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan yang diperoleh dari hasil (Rekaman-Red) para honorer di Dinas Perhubungan Pemkab Tanjabtim menyebutkan, bahwa selama melakukan kegiatan operasional penjagaan posko Covid yang dilakukan secara bergilir di dua lokasi yakni, titik posko Covid yang terletak di Desa Rantau Karya Kecamatan Geragai dan di Kelurahan Simpang Tuan Kecamatan Mendahara Ulu.

Diketahui, para honorer menerima insentif sebanyak Rp.150.000 per orang dalam 1 hari jaga.

Dibulan ke 4 tahun 2020, penerimaan insentif para honorer diberikan dalam 2 kali pencairan. Pencairan pertama 1 orang dalam 15 hari dikalikan Rp.150 ribu dengan total Rp.2.250.000,-.

Jika hitungan jaga selama 15 hari tersebut berjumlah 6 orang sesuai SPT, jadi total Rp.13.500.000.(Tiga Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Uang tersebut dibagikan dari BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur langsung ditransfer rekening honorer Dishub, yang berjaga diposko Covid-19 sesuai nama yang ditunjuk oleh pimpinan mereka.

Selaku Kabid Ops, Aditya Gunadi, melalui Kasi Dalwas Ops. M. Tohir menyuruh para honorer menarik uang tersebut yang sudah ditransfer ke rekening untuk disetor kembali dan dikumpulkan.

Irinisnya, setelah mereka kumpulkan uang tersebut para honorer menerima uang insentif mereka kembali dalam bentuk amplop, hanya berisikan Rp.500.000 per orang bukan honor semestinya.

Selanjutnya dibulan yang sama pada pencairan kedua, para honorer menerima insentif mereka per orang menjadi Rp.800.000,- meningkat dari semula.

Berdasarkan keterangan oleh salah satu honorer Dishub setempat yang namanya tidak mau ditulis siasatinfo.co.id, Rabu (6/1/2021) menjelaskan, bahwa Kabid Ops. Dishub melakukan pemotongan honorer tersebut atas perintah atasan.

“Kata pak Kabid Ops bilang ke kami bang, kalau uang tersebut akan digunakan untuk keperluan pimpinan kita. Kan kita disini tidak ada dana operasional Covid” jelas salah satu Honorer.

“Pemotongan ini juga dilakukan terus menerus selama penjagaan posko covid berjalan, bang” ungkap petugas honorer.

Sementara itu, Aditya Kabid Operasi Dinas Perhubungan ketika dikonfirmasi siasatinfo.co.id, terkait soal pemotongan  uang honorer penjagaan covid diruang kerjanya Rabu (6/1/21), membantah keras ada pemotongan tersebut.

“Soal informasi pemotongan uang tersebut, itu tidak benar. Itu tekhnisnya uang yang mereka terima masuk kedalam rekening mereka sendiri.

“Jadi bagaimana kami melakukan pemotongan uang itu. Pada intinya uang tersebut masuk kedalam rekening pribadi mereka masing-masing, jadi tidak ada dasar kami melakukan pemotongan. Itu saja yang bisa saya jelaskan” jelas Kabid Ops kepada siasatinfo.co.id.(Firdaus. F).

Tinggalkan Balasan