Setelah Disorot Soal Pungli Sertifikat Tanah, Kantor Kades Tangkil Masih Tergembok

0
Kondisi Sejak Usai Cuti Nasional Kantor Kepala Desa Tangkil Kosong Hunian. Foto Siasatinfo,co.id
Spread the love

Siastinfo.co.id Berita Kerinci – Setelah mencuat soal ada dugaan pemungutan liar (Pungli), sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu per setiap penerima sertifikat tanah di Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci, Kades Romi Irwandi kembali ke Desa secara diam – diam setelah disorot kabur, namun kantor Kades masih tergembok tanpa aktifitas.

Pantauan siasatinfo.co.id dilokasi kantor Desa Tangkil, Jum’at (5/6/2020) pukul 11:30 WIB, kondisi kantor masih keadaan terkunci, sepi hunian oleh perangkat desa maupun kades.

Kantor Kades Tangkil Masih Kondisi Tergembok. Harian Online Siasat Info

Menurut keterangan dari beberapa warga Tangkil oleh siasatinfo.co.id, Jum’at (5/6/2020), Kades Romi Irwandi kabarnya sudah ada pulang ke Desa Tangkil

“ya, kabarnya kemaren Kades Romi sudah ada pulang kesini, tapi kami belum ada liat wajahnya.

“Memang setelah ada ribut – ribut dari masyarakat sini mau berdemo soal ada pungutan uang sebesar Rp 600 ribu setiap sertifikat prona, kades sejak lebaran belum nampak batang hidungnya.

“Sholat Raya Idil Fitri saja dia tidak ada di Masjid kami masyarakat Desa Tangkil,”jelas Kharul Saleh Ketua BPD Tangkil.

Namun hingga kini warga masyarakat Desa Tangkil belum dapat bertatap muka dengan Kades Romi.

Diperoleh informasi dari warga setempat, selain soal pungutan uang setoran untuk mengambil sertifikat, Kades beserta Perangkat Desa Tangkil disorot telah curang soal pembagian BLT.

“kami mau pertanyakan soal pembagian BLT yang tidak adil, orang miskin tidak dapat malah orang kaya yang terima BLT,”ujar salah satu warga Tangkil kepada siasatinfo.co.id.

Diakui sebelumnya oleh Khairul Saleh ketua BPD Tangkil, seperti diberitakan siasatinfo.co.id Kamis (5/6/20) bahwa, ada kisruh soal pungutan uang sertifikat, dan Kades Romi tidak ada ditempat sejak lebaran Idul Fitri pada 24/5/2020.

“Memang benar ada ribut – ribut disini soal pungutan uang untuk ambil sertifikat Prona, warga mau demo nunggu Kades ada, tapi kita larang.

“BPD tidak pernah dilibatkan oleh Kades beserta Sekdes dalam pengurusan Desa Tangkil, tentu kami tidak tau persis persoalan pemungutan uang itu,”ujar Kharul Saleh.

Ditambahkan juga oleh Khairul Saleh,”Laporan warga ke kami memang ada, mereka menerima sertifikat prona itu menjelang lebaran kemaren dipungut uang.

” tapi hingga saat ini Kades tidak ada di desa, entah kabur kemana, katanya pulang kebawah Siulak Gedang,”ujar Ketua BPD Desa Tangkil kepada siasatinfo.co.id.

Hingga berita ini dipublish siasatinfo.co.id, Kades Romi Irwandi belum dapat menjawab konfirmasi.

Namun, hanya Sekdes Metra yang menjawab bahwa Kades tidak kabur, tapi mengurus keuangan Desa di Pemda Kerinci.

“Sekarang kades di bawah karena ngurus untuk pencairan, itu pun paling 1 hari pak,”ujar Sekdes Desa Tangkil.(Jm/red).

Tinggalkan Balasan