Sajian Gorengan Pisang Lilin Ala Bude Kelok 3 Ujung Ladang Kerinci Laris

0
Warung Gorengan Milik Bukde di Simpang 3 Ujung Ladang Kecamatan Gunung Kerinci. Doc.Media Harian Siasatinfo.co.id
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Sudah mencapai 14 tahun sajian 7 macam jenis gorengan Bude Parwati (60) di Kelok Tigo (3) Desa Ujung Ladang, Kecamatan Gunung Kerinci Kabupaten Kerinci – Jambi, masih tetap laris dinikmati para pelanggan terutama pengguna jalan Nasional Sungai Penuh via Kayu Aro.

Pantauan Awak Media Siasatinfo.co.id, Minggu (6/12/2020) kebetulan mampir sambil menikmati langsung 7 jenis Gorengan yaitu, Pisang Lilin, Tempe, Tahu, Ubi, Bakwan, Tapai, dan Godok. Harga Rp 1000,- per goreng bikin laris dan pelanggan saban hari tetap bertambah.

Giat usaha gorengan hasilkan uang halal itu pemiliknya seorang pasangan suami isteri Pakde Mukti (73) dan Bukde Parwati (60) warga asal keturunan Jawa yang sudah beranak pinak di RT 3 Desa Ujung Ladang.

Pasangan Suami Isteri Pakde Mukti dan Bukde Parwati Tetap Setia Saling Mendampingi Walau Sudah Lanjut Usia. Media Siasatinfo.co.id

Asiknya, 7 jenis gorengan itu tersaji dalam wadah – wadah kecil berjejer diatas meja. Pelanggan suka pesan gorengan tinggal ambil sendiri dan hitung sendiri.

Ketika ditanyain Siasatinfo.co.id, sejak kapan Bukde jualan gorengan? “Saya mulai usaha gorengan ini di Kelok Tigo mulai 2006, jadi sudah 14 tahun kami jualan goreng – gorengan.

Ditanyain lagi soal penghasilan harian, Jawab Bukde lumayan bisa menabung dan untuk kasih Cucu – cucu.

“Ya, rata – rata bisa capai Rp 670 hingga Rp 700 ribu tiap hari. Itu toh termasuk modal bukan keuntungan bersih mas.

“Tapi cukup lumayan lah untuk hidup kami berdua dan bisa nabung tiap hari. Kadang kita juga kasih cucu-cucu,”ujar Bukde sambil ketawa.

Pasangan Bukde Parwati dan suaminya Pakde Mukti dikaruniai anak 11 orang, 3 meninggal dunia.

Diceritakan Bukde, ia miliki 24 orang Cucu dan 4 orang Buyut dari 8 orang anaknya. Sekarang mereka banyak yang dirantau.

Walau dengan tungku api serta kayu bakar, tidak seperti warung gorengan lainnya, usaha pasangan lansia Bukde dan Pakde tetap eksis dan saling setia.

Inspirasi pegalaman dan cerita kehidupan dua pasangan suami isteri yang sudah sama-sama lansia ini, tetap saja gesit mencari uang dengan usaha gorengan.

Jika anda sudah melewati jalan Kelok Tigo Ujung Ladang, Jangan lupa singgah untuk menikmati sajian gorengan pisang lilin ala Bukde dan Pakde Mukti. Sekaligus secangkir Teh Manis serta Kopi Manis mengiringi kerongkongan pelanggan. (Ncoe).

Tinggalkan Balasan