Sadis.!! Karena Cemburu, Reni Disiksa Suami Siri Semalaman Hingga Subuh

0
Seorang Wanita Reni (44) Menjadi korban penyiksaan SS (44) suami sirinya 8 jam tanpa henti hingga subuh.
Spread the love

Korban KDRT babi buta suami siri, Reni (44) babak belur, dipukul, digunduli, ditelanjangi, disulut rokok dan nyaris dibakar, serta disuruh minum air kencing.

Siasatinfo.co.id, Berita Banyuasin – Sadis.!! Wanita bernama Reni (44) trauma atas nasib yang dialami. Penganiayaan yang tiada henti mulai pukul 21:00 wib hingga subuh pukul 00:05 wib, dilakukan suami sirinya tanpa ampun.

Peristiwa memilukan ini dialami oleh Reni seorang ibu rumah tangga, warga asal Desa Taja Mulya, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Trauma perlakuan terhadap dirinya, lalu Reni melaporkan sang suami ke Polisi seusai membabi buta menganiayanya tanpa henti selama 8 jam.

Sebelumnya terungkap juga bahwa Reni sering mendapat KDRT dari Suami Siri nya berinisial SS (44).

Kapolres Banyuasin, AKBP Imam Tarmudi melalui AKP Kasatreskrim Ikang Adi Putra menyebut penganiayaan itu berlangsung dari malam hingga subuh. Akibatnya, korban tertekan dan mengalami stres.

“Penganiayaan yang dialami korban sejak tadi malam hingga subuh, tidak berhenti dilakukan pelaku,” kata Ikang, dilansir dari TribunWow.com.

“Karena penganiayaan itu, korban ini terlihat sangat tertekan dan mengalami stres serta trauma.

Tak hanya itu, kata Ikang, korban juga mendapat sejumlah perlakuan tak pantas dari pelaku.

Hasil visum menunjukkan korban mengalami sejumlah luka memar dan bekas sulutan rokok.

“Kami juga melakukan pendampingan untuk membuat kondisi psikis korban bisa pulih.”

“Untuk laporan korban sudah kami proses dan kami akan langsung tindak lanjuti untuk mengejar pelaku.

Sebelum lapor polisi, korban juga sudah berkali-kali dianiaya pelaku. Korban pun mengalami trauma berat akibat perbuatan sang suami.

Ikang menyebut, korban juga pernah disiram minyak tanah.

“Dari pendekatan yang kami lakukan dan mengajak korban bercerita, bila korban ini sudah sempat di siram pakai minyak tanah,” jelas Ikang.

“Tak hanya disiram minyak tanah, leher korban juga sudah diikat pelaku. Karena merasa terancam, akhirnya korban ini mengaku apa yang dituduhkan suami sirihnya.”

Dari pengakuan korban, kata Ikang, pelaku juga sempat menelanjangi sang istri dan akan dibakar.

Penganiayaan itu tak henti dilakukan dari pukul 21.00 hingga 05.00 WIB.

“Korban juga sempat ditelanjangi pelaku. Saat itulah, korban disiram pakai minyak tanah dan akan bakar.”

“Dalam posisi tertekan itulah, korban yang terus dipaksa mengaku berselingkuh akhirnya mengaku. Karena, menurut korban, ia sudah tidak tahan lagi terlebih sudah disiram minyak tanah.”

Pelaku sempat berhenti menyiksa korban sekira pukul 05.00 WIB.

Saat itu, korban meminta izin ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Kesempatan itu digunakan korban untuk kabur minta tolong warga sekitar.

Pengakuan Korban

Di hadapan polisi, korban mengaku dianiaya setelah suaminya cemburu buta.

Korban menyebut penganiayaan ini sudah sering dialaminya.

“Kata dia cemburu. Tetapi, cemburu sama siapa aku tidak tahu,” ucap Reni.

Korban sudah enam tahun menikah siri dengan pelaku. Seusai menikah, korban dibawa pindah dari Mesuji, Lampung, ke Banyuasin.

Korban mengatakan, pelaku tak pernah berbuat kasar padanya di awal pernikahan. Namun, sikap pelaku berubah akhir-akhir ini. Dan korban menyebut pelaku kerap menganiayanya tanpa alasan yang jelas.

Puncaknya pada Kamis (3/6/2021), pelaku juga melakukan kekerasan di bagian intim korban. Tak hanya itu, rambut korban juga dibotaki pelaku.

“Saya disulut rokok, rambut saya dibotaki, sampai saya dikencingi dan dipaksa minum (maaf) air kencingnya,” jelasnya.

Tak kuat menahan sikap kasar sang suami, korban lantas melaporkan pelaku ke polisi.

“Sakit hati saya rasanya pak. Diperlakukan seperti itu.”

Penindakan atas laporan tersebut, pihak kepolisian Banyuasin hingga kini, masih memburu pelaku. (Ydi/Sst).

Tinggalkan Balasan