PT.PAL Ingkar Janji, Warga 2 Desa Di Sungai Gelam Kecewa

0
Spread the love

Jambi, Siasatinfo.co.id – Pabrik Minyak Kelapa Sawit Prosympac Agro Lestari (PT.PAL), yang beroperasi di Kabupaten Muaro Jambi Kecamatan Sungai Gelam ingkar janji, belum memenuhi tuntutan Masyarakat Dua Desa yaitu Desa Petaling Jaya dan Desa Sido Mukti, sehingga membuat Warga Dua Desa ini kecewa.

“Warga Desa Petaling Jaya sangat kecewa dengan Perusahaan ini, pihak Perusahaan telah mengingkari perjanjian yang disepakati bersama.” Kata Herizon Tokoh Pemuda Desa Petaling Jaya

Kepala Desa Sido Mukti Rochimin saat dikonfirmasi, Senin (24/6/2019) membenarkan bahwa pihak Perusahaan tidak menepati janji selain itu pihak Perusahaan juga selalu meminta tenggang Waktu dalam memenuhi janji yang telah disepakati bersama tersebut.

“Mereka pihak Perusahaan tidak menepati janji yang telah disepakati bersama, mereka minta tenggang waktu terus.” Ujar Kades.

Menurut keterangannya ada Dua kali Perjanjian yang telah disepakati bersama, yaitu Perjanjian pada Tahun 2017 dan 2018, bahwa pihak Perusahaan akan menggunakan Jalan industri sendiri untuk Operasional Minyak Kelapa Sawit (CPO) dari Pabrik, dan tidak lagi menggunakan akses Jalan Desa.

Dan Pihak Perusahaan berkomitmen merealisasikannya, tetapi hingga batas perjanjian yang telah disepakati, pihak Perusahaan tidak dapat merealisasikannya, masih tetap menggunakan akses Jalan Desa sampai saat ini.

Ironisnya lagi, pertemuan hingga terbentuknya perjanjian kesepakatan bersama itu, diketahui dan ditandatangani oleh Pemerintah setempat dalam hal ini Pemerintah Kecamatan (Camat) Sungai Gelam.

Artinya, Kesepakatan itu telah menjadi kekuatan untuk membantu Masyarakat Dua Desa tersebut. Tapi, malah terkesan dilecehkan oleh pihak Perusahaan.

“Jika dalam waktu dekat pihak Perusahaan tetap ingkar janji, maka akan ada aksi dari Warga.”Ujar Herizon

Selain itu, Masyarakat sangat berharap kepada Pemerintah Muaro Jambi segera mengambil langkah konkret terkait persoalan yang terjadi antara Warga dan pihak Perusahaan, sehingga semua selesai dengan baik.

Sementara itu, pihak Perusahaan dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan bahwa sekarang ini keadaan Keuangan Perusahaan lagi tidak stabil dan cenderung dalam keadaan merugi, sehingga Perusahaan saat ini belum bisa memenuhi janji yang telah disepakati bersama tersebut.

“Terus terang Perusahaan pada saat ini Keuangannya lagi tidak stabil dan rugi, karena Produksi buah lagi merosot, bisa bayar gaji Karyawan saja sudah syukur.” Kata Tinton, Manager Operasional Pabrik Sawit PT.PAL.(DzR)

 

Tinggalkan Balasan