Ngelonin Janda Hingga Sahur, Kades Digerebek Warga Sedang Tidur Pulas, Mungkin Capek Blusukan!

0
Spread the love

Siasatinfo,co.id, berita Merangin Bangko,- Tak disangka – sangka usai saja blusukan ke seluruh gang kampung halamannya, Kades Nasir (50) terduduk diam dirumah janda cantik, Halimah (40), berbuat mesum hingga menjelang sahur.

Saking capeknya semalaman ‘Blusukan’ Kades Nasir terkejut alang kepalang karena dia dibangunkan warganya. Ternyata, sofa empuk sang janda cantik Halimah bikin blusukan Kades Nasir jadi jalan di tempat.

ilustrasi tertangkap sedang Mesum.

Kini Nasir namanya dirubah warga, “Kades Celamitan” Yakni, orang nomer satu di  salah satu desa, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, Jambi.

Sebagai Kades memang harus akrab dengan warganya, sehingga tahu apa yang dibutuhkan rakyatnya. Karenanya ketika Nasir suka blusukan ke gang-gang kampung, warga sangat memujinya. “Ini Kades tipikal Jokowi.” Puji warga.

Eh taunya pujian warga berubah arah ke penggerebekan,Kades Nasir (50), Karena dianggap warga keterlaluan.”Mestinya bulan puasa perbanyak pahala, dia malah sibuk urusan Paha Janda.”

Menurut keterangan warga setempat, beberapa malam lalu, dia (Kades – Red), menjelang sahur digerebek warganya sendiri karena tidur bersama janda Halimah (40), bukan muhkrimnya.

“Memang tidak dalam posisi berbuat, tapi bisa saja sudah terjadi, karena Pak Kades tidurnya  pulessss diatas sofanya janda itu,”ujar warga sambil ketawa.

Di bulan Ramadan seperti sekarang ini, Pak Kades biasanya sibuk urusan tarling (tarawih keliling), dari mesjid ke mesjid di wilayahnya. Kadang ada pula sambil memberikan kenang-kenangan berupa karpet, atau kipas angin untuk mesjid. Itu memang yang afdol. Tapi ternyata ada juga Kades ……dodol, di bulan puasa malah sibuk ngeloni janda warganya.

“Habis blusukan, Pak Kades diam-diam “Memblusuk” ke rumah janda Halimah, yang cantik nan bahenol. Di situ tak sekedar main, tapi malah nginep segala.

“Kalau sudah urusan Halimah, Kades Nasir memang jadi tak ambil pusing atas rerasanan warga. Hampir tiap malam dia nyatroni si janda. Dia masuk pukul 21.00 baru pulang nanti menjelang sahur,” ungkap warga.

Warga pun bertanya-tanya, apa yang dilakukan Pak Kades di sana? Sebagai lelaki normal, ketemu perempuan normal, ke mana lagi targetnya jika tidak membangun koalisi kenikmatan?

Atas gelagat yang mencurigakan ini, Warga pun bersepakat mengintip langsung Pak Kades beberapa hari lalu. setelah Pak Kades masuk pukul 21.00, warga mulai bersiap-siap menuju TKP (Tempat Kegiatan Permesuman).

Ada yang  usul, begitu ketangkap langsung dicambuk seperti di Aceh. Tapi yang lain  berpendapat,  setelah tertangkap serahkan saja ke polisi.

Akhirnya, penggerebekan benar-benar dilakukan menjelang pukul 02.00 dinihari. Saat diintip, Kades Nasir – Halimah tidur seranjang. Tidurnya ngorok kencang sekali, agaknya habis “diservis” besar oleh Halimah, tune up langsung sporing balansing dan amplas platina.

“Maaf Pak Kades, di rumah Bu Kades sudah menunggu.” Begitu kata warga setelah dibukakan pintu oleh Halimah, dan Pak Kades pun dibangunkan.

Mereka memang tidak dalam posisi berbuat. Tapi tidur sekamar dengan janda, itu perbuatan tercela dan dilarang agama. Ngapain sampai tidur di rumah janda segala, memangnya di rumah tak ada ranjang, apa?

Pak Kades dan Halimah lalu dibawa ke Balai Desa. Baru kali ini terjadi, sidang di balai desa untuk menyidangkan Kepala Desa sendiri. Kades Nasir disidang oleh tetua desa, dengan keputusan hukum adat setempat. Paling ngeri, Nasir bisa kehilangan jabatan.(red*).

 

Tinggalkan Balasan