Heboh! Saat Mengimani Doa Sholat Isya, Imam Masjid Ditusuk Pasien Rukiyah Pisau Pun Bengkok

0
Kondisi Saat Kejadian Penusukan Terhadap Imam Masjid oleh Pasien Rukiyah Korban.
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Hukrim – Masya Allah! Heboh soal Imam Masjid ditusuk pisau dapur oleh pelaku saat Imam Masjid sedang memimpin do’a dari depan. Anehnya, pisau pelaku penusukan bengkok saat menyentuh tubuh korban.

Beredar Video imam masjid ditusuk viral di media sosial. Insiden penusukan terjadi di Masjid Al Falah Darul Muttaqin, Jalan Sumatera, Pekanbaru Riau, Kamis (23/7/2020).

Berhasil diperoleh informasi, peristiwa menghebohkan jema’ah tersebut, terjadi saat imam Masjid Al Falah, Ustad Yasid tengah memimpin doa usai sholat Isya.

Tiba-tiba pelaku muncul dari arah depan, tepatnya di samping mimbar masjid. Pelaku langsung menyerang imam masjid dengan pisau dapur.

Ustadz Yasid sempat terjungkal ke belakang. Namun ia tak mengalami luka serius. Ia hanya menderita luka goresan kecil.

Sementara pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menusuk korban tampak bengkok.

Jamaah yang sedang berzikir pun kaget. Mereka berhamburan dan berusaha menangkap pelaku penusukan.

Menurut seorang jamaah bernama Haris menceritakan kronologi penusukan imam Masjid Al-Falah Darul Muttaqin, Jalan Sumatera, Pekanbaru Kota, Riau.

“Tadi sedang sholat isya, di rakaat kedua dia masuk. Terus mencoba keluar dan ditangkap kakaknya. Kemudian, pas sedang doa dia masuk lagi dan saat itu dia mengerjain (melukai) imam,” jelas Haris.

Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan pelaku penusukan terhadap imam masjid Al Falah Darul Muttaqin, merupakan pasien rukiyah korban.

Pelaku dan korban saling mengenal. Diduga, kondisi mental pelaku tidak stabil sehingga nekat menusuk korban.

“Pelaku adalah pasien yang sudah dikenal korban selaku imam minta dilakukan pengobatan rukiyah, namun karena kondisi mental pelaku yang tidak stabil, tiba-tiba menganiaya korban,” kata Irjen Agung setya seperti dilansir dari pojoksatu.(Red).

Tinggalkan Balasan