Culik dan Perkosa Anak Perempuan Siswi SD, Polisi Buru Pecatan Anggota TNI

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id,-Heboh.! Inisial AP pecatan Tentara menjadi buronan polisi karena menculik enam anak bocah perempuan baru sekolah SD berusia antara  8 sampai 11 tahun motifnya untuk disetubuhi, hingga aksi pelaku tercium aparat Kepolisian pada hari ke 10.

Mantan anggota TNI berinisial AP menjadi buronan pasukan gabungan TNI Polri dari Kodim 1417 Kendari dan Polres Kendari itu jadi buronan karena aksi pelaku tergolong sadis dan bejad.

Mantan TNI pecatan AP menjadi buronan setelah melakukan penculikan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Hutan Nanga-Nanga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (30/4) dini hari tadi dikutip siasatinfo.co.id dari Kompas TV.

Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi mengatakan, AP sudah melakukan penculikan terhadap enam anak perempuan sekolah dasar masih bocah serta bawah umur.

“Memang benar telah terjadi penculikan dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur berawal dari tanggal 20 April hingga tanggal 29 April kemarin,” ujarnya

Jemi menuturkan bahwa korban AP merupakan anak perempuan berumur delapan hingga sebelas tahun.

Aksi AP terkuak setelah polisi mendapatkan laporan kasus penculikan dan kemudian melakukan patroli.

“Tidak sengaja melakukan patroli dan bertemu dengan pelaku, si pelaku melarikan diri bersama korban,” ujarnya.

Dalam pengejaran tersebut polisi berhasil menyelamatkan korban dan sejumlah barang bukti milik pelaku.

Sejumlah barang milik pelaku yang diamankan yakni kendaraan roda dua dan dompet yang berisi identitas pelaku.”Pelaku jatuh lalu melarikan diri, kami mengamankan korban,” ujar Jemi.

Jemi menjelaskan bahwa motif penculikan yakni untuk dicabuli oleh pelaku di hutan Nanga-nanga.

“Pelaku mendatangi sekolah-sekolah untuk menjemput korban. Ia mengaku sebagai utusan orangtua korban, lalu para korban dibawa pelaku ke Hutan Nanga-nanga,” ujar Kapolres Jemi.

Saat ini polisi bersama anggota TNI masih melakukan pengejaran terhadap pelaku

Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi mengungkap kronologi penculikan enam siswa oleh mantan anggota TNI.

Dikutip dari Kompas TV, AP melakukan penculikan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Hutan Nanga-Nanga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (30/4/2019) dini hari.

Jemi mengatakan penculikan terjadi sejak 20 April hingga 29 April 2019.Korban penculikan anak perempuan sebanyak enam orang yang berusia sekitar 8-11 tahun.

“Pelaku mendatangi sekolah-sekolah untuk menjemput korban. Ia mengaku sebagai utusan orangtua korban, lalu para korban dibawa pelaku ke Hutan Nanga-nanga,” terang Jemi.

Aksi penculikan tersebut terbongkar setelah orangtua korban melapor ke pihak kepolisian dan polisi langsung bergerak melakukan patroli.

Ditambahkan Jemi, dari enam korban, ada lima korban yang melapor ke pihak kepolisian.

“Tidak sengaja melakukan patroli dan bertemu dengan pelaku, si pelaku melarikan diri bersama korban,” ujarnya.

Dalam pengejaran tersebut polisi berhasil membebaskan korban.Polisi juga menyita sejumlah barang bukti milik pelaku kendaraan roda dua dan dompet yang berisi identitas pelaku.

“Pelaku jatuh lalu melarikan diri, kami mengamankan korban,” ujar Jemi.

Korban belum bisa dimintai keterangan karena masih trauma.Sedangkan, motif penculikan adalah pelaku mencabuli korban.AP juga menjadi DPO Polres Kendari terkait kasus pencurian.

Hingga saat ini pelaku masih menjadi buronan pasukan gabungan TNI Polri dari Kodim 1417 Kendari dan Polres Kendari.(Red).

Tinggalkan Balasan