Tiang Tarik Listrik TM 3 Parit 8 Kelurahan Nipah Panjang II Hilang

0
Spread the love

Siasat info.co.id,Tanjab Timur – Titik tiang tarik/skor TM 3 atau tiang penyeberangan yang berfungsi sebagai pembantu menahan beban pada tiang listrik TM 3 (Tegangan Menengah) yang berada di Parit 8 Kelurahan Nipah Panjang II Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, hilang entah kemana,hanya menyisakan bongkahan pondasi beton (mansed) dan kawat baja sling isalator belimbing yang terguntai pada tiang listrik TM 3.

Dari pantauan di lokasi Jum’at (3/5), ada beberapa tiang tarik/skor TM 3 yang hilang, tentunya tiang listrik TM 3 tanpa tiang tarik/skor nanti akan berdampak buruk, apa lagi kabarnya tiang listrik tersebut sebagai akses jaringan SUTM yang mengarah ke Tower penyeberangan bentangan Sungai Batang Hari menuju Desa Sungai Jeruk yang berada diseberang, tidak menutup kemungkinan sebagai akses jaringan listrik SUTM dari Kecamatan Nipah Panjang menuju Kecamatan Sadu, dan indikasinya dengan hilangnya tiang tarik/skor tersebut menjadi salah satu penyebab miringnya tiang listrik SUTM 4 yang berada disimpang parit 8 berdekatan dengan SDN/X 138.

Menurut salah satu warga, Ia tinggal dekat lokasi sejak tahun 2005, yang kebetulan suaminya juga menjabat selaku ketua RW, selama dirinya dan keluarga tinggal disana tidak pernah melihat ada yang mencabut atau pun membawa tiang tarik/skor yang hilang tersebut.

” Tidak pernah pula saya lihat, keseharian saya bekerja dan dirumahlah, tidak pernah kemana-mana, paling saat akhir pekan baru bepergian, “ujarnya”.

Salah seorang petugas PLN, berinisial FD, mengatakan, tiang tarik/skor itu berfungsi untuk penyeberangan jalan agar tiang listrik tidak mengalami tumbang/roboh, biasanya tiang tarik/skor dipasang pada tiang listrik yang ada ditikungan (SUTM 3), kalau pun ada kesalahan dalam pemasangan tiang tarik/skor tentunya akan berdampak bahaya.

Saat ditanya terkait tiang tarik/skor yang hilang, Petugas PLN tersebut sulit untuk berbicara, Ia pun tidak tau siapa yang mencabut, dulu memang pernah hilang dan sudah dipasang, setelah itu Ia tidak tahu lagi.

Menurutnya, tiang tarik/skor yang dicabut di areal itu tidak begitu berpengaruh.
Saat kembali di tanya, kalau menurutnya itu tidak berpengaruh, kenapa pada saat perencanaan pekerjaan itu harus dipasang tiang tarik/skor, Ia menjawab, kalau itu dirinya tidak mengerti.

” Menurut saya itu tidak begitu berpengaruh, tapi kalau ditanya terkait perencanaannya, saya tidak mengerti, “ungkap FD”.

Lanjutnya, jaringan itu bukan sutet atau tegangan tinggi melainkan TM (Tegangan Menengah) yang membentangi sungai sebagai akses jaringan listrik menuju ke Kecamatan Sadu.

Ditanya terkait sebelum tiang tarik/skor sebelum dicabut, apakah sudah dikaji terlebih dahulu, Ia menjawab tidak tahu, itu urusan orang yang mencabutlah.
Selain itu, posisi tiang SUTM 4 yang miring di dekat SDN/X 138 itu bukan karena dicabutnya tiang tarik/skor yang ada di dalam, melainkan pemasangan tiang tarik/skor yang ada di tiang listrik SUTM 4 yang miring itu salah dalam pemasangan awalnya.

” Itu tidak berpengaruh, yang jelas tiang listrik miring itu karena posisi tiang tarik/skor yang salah, kalau mau tanya terkait dicabutnya tiang tarik/skor itu menyalahi aturan atau tidak, silahkan tanyakan ke kantor, saya tidak berani menjawab, “ujarnya saat dikonfirmasi via telepon”.(Faradise)

Tinggalkan Balasan