Tercium Aroma Kecurangan BLT Covid 19, Kandes Sungai Medang Kerinci Didemo Puluhan Warga

0
Berbau Tak Sedap Soal BLT Covid-19, Puluhan Warga Demo Kantor Desa Sungai Medang. siasatinfo.co.id
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Merasa ada kecurangan dalam pembagian  penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid 19 dari Dana Desa Sungai Medang, Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci, puluhan warga Demo di Kantor Kepala Desa Senin 15/06/2020 sejak pukul 09.30 wib – hingga 13.30 wib.

Dalam orasi warga mempertanyakan nama-nama penerima BLT tidak terpaut sasaran dan tidak sesuai dengan ketentuan.

Sebab penerim BLT yang tidak layak menerima malah masuk dalam daftar nama penerima.

Orang mampu masuk sebagai penerima seperti istri mantan camat, ada 10 orang keluarga Sekdes yang notabene adalah orang mampu.

Parahnya lagi ada orang yang meninggal masuk dalam daftar penerima.

“Ada orang yang mampu malah masih daftar nama, tapi yang tidak mampu malah tidak ada menerima, itri mantan camat, ada 10 keluarga sekdes, bahkan orang yang sudah meninggal juga terdaftar dalam nama penerima, penerima banyak keluarga perangkat desa” ungkap salah seorang warga.

Sekitar pukul 12.00 wib, Camat Air Hangat Timur pihak Polsek dan Koramil terlihat hadir, namun tidak menyurutkan niat warga yang meminta keadilan dalam penerim BLT.

Uapaya mediasipun terjadi, beberapa urusan pendemo dari warga untuk berembuk di dalam ruangan Kantor Kepala Desa.

Hasil dari rembuk antara dua belah pihak, diputuskan nama-nama penerima BLT yang seharusnya dibagikan saat itu ditunda untuk di seleksi ulang atas kelayakannya.

Pihak yang keberatan dan protes diminta untuk memberikan usulan selama 2 hari dan akan diputuskan setelah 2 hari kedepan.

PLT Kades Sungai Medang Haliman saat dikonfirmasi mengatakan bahwa protes warga sudah di tampung dan pihaknya akan meneliti kembali nama-nama penerima BLT.

“kita akan teliti kembali nama-nama penerima BLT, dan akan kita bahas dan putuskan nantinya, yang pasti aspirasi masyarakat Desa kita akomodir” ungkap Kades yang baru saja dilantik itu.

Suami istri dapat bantuan BLT dan sembako. Tidak ada NIK, ada nama yang muncul tapi berada di Malaysia.(Jm/red).

Tinggalkan Balasan