Terbuai Rayuan Maut Ayah Tiri Beli Handphone, Hubungan Terlarang Siswi SMP Melahirkan Bayi

0
Ilustrasi kasus kehamilan Siswi SMP.
Spread the love

Siasatinfo.co.id Surabaya – Terbuai dengan bujuk rayuan ayah tiri biaya paket internet dan Handphone, hubungan terlarang kali ini, menimpa Bunga (bukan nama sebenarnya) gadis berusia 17 Tahun, duduk dibangku SMP, warga Sawahan Surabaya hingga melahirkan bayi.

Bunga berulang kali disetubuhi oleh ayah tirinya, mulai terjadi sejak tahun 2018 hingga korban hamil dan melahirkan seorang anak.

Melansir dari suryamalang.com,  Ayah tiri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu bernama Edi Wartoyo (34).

Edi yang menikahi ibu Bunga sejak tahun 2011, mulai tinggal serumah dengan korban.

Saat kondisi rumah sepi, Edi mulai merayu korban pertama kali saat berstatus Siswi SMP kelas IX dengan iming-iming handpone baru dan paket internet.

Tergiur rayuan ayah tiri, bunga mau melayani nafsu bejat Edi.

“Pakai rayuan juga seolah-olah mereka ini dua sejoli. Iming-iming pakai handpone baru dan paket internet,” kata PS Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Harun, Rabu (15/4/2020).

Setelah aksi pertamanya dilakukan, Edi seolah di atas angin.

Ia kemudian meminta Bunga melayani hubungan layaknya suami istri di rumah yang ditinggalinya sebanyak 2 hingga 3 kali dalam seminggu.

“Kepada korban, tersangka ini merayu dengan kata-kata manis dan berjanji mau menuruti apapun yang diminta korban,” tambahnya.

Hingga saat korban hamil, tersangka justru meminta korban untuk tetap mengandung anak dari hubungan terlarang tersebut.

“Saat kondisi hamil, untuk mengelabuhi ibu korban (istri tersangka), korban tetap meminta pembalut agar dikira tetap haid.”

“Saat hamil pun keduanya masih berhubungan badan layaknya suami istri sampai akhirnya melahirkan secara sesar,” lanjut Harun.

Ibu korban yang tak tahu hubungan gelap keduanya hanya percaya jika korban hamil di luar nikah dengan orang lain.

Namun setelah melahirkan, korban akhirnya bercerita jujur kepada sang ibu dan berujung pada laporan polisi.

Kepada polisi, Edi mengaku tergiur dan nafsu saat melihat Bunga.

Ia berdalih, keduanya suka sama suka menjalani hubungan layaknya suami istri tersebut.

“Saya kan nuruti apa yang dia minta. Dia juga mau saya pas lagi minta gituan,” aku tersangka.

Edi juga mengaku menggunakan jurus rayuan maut untuk meminta korban melayani nafsu bejatnya.

“Ya pas kondisi rumah sepi, istri saya kerja di Tambak Langon, berangkat pagi pulangnya malam.”

“Saya selalu berdua di rumah sama anak tiri saya itu. Saya rayu. ‘Aku sayang kamu, kamu minta apapun aku turuti’,” tandasnya.

Kini, Edi terpaksa mendekam di tahanan Mapolrestabes Surabaya karena perbuatan bejatnya itu.

Tersangka dijerat dengan pasal 81 UU No. 17 th 2016 Jo. Pasal 76D UU RI No. 35 th 2014 ttg penetapan perpu No 1 th 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI 23 th 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.(Fit/Red).

Tinggalkan Balasan