Tarif Suap Penerimaan Tenaga Kerja PLTA di Kerinci, Manager Kantongi Rp 27 juta Per Orang Terancam di Polisikan!

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Kerinci,-Terkait penyuapan soal penerimaan calon tenaga kerja baru untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), berlokasi Ujung Ladang, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci Jambi itu, kini terancam di Polisikan.!!

Setidaknya, dari sembilan orang yang tercatat membayar uang berkisar Rp 27 juta hingga 40 juta tiap calon tenaga kerja, kepada orang dalam PLTA Napal Energi, melibatkan nama Manager Yudi beserta Harplus asistennya saat itu.

Lokasi kantor PLTA Napal Energi Ujung Ladang di Kerinci. Media Siasat Info.

Berhasil diperoleh keterangan oleh siasatinfo.co.id menyebutkan, Sembilan orang calon tenaga kerja terpaksa membayar uang suap berkisar Rp 27 juta hingga 40 juta tiap orang kepada pihak Manager PLTA di Ujung Ladang.

“Kami terpaksa bayar uang 40 juta untuk bisa lolos dan diterima sebagai tenaga kerja di PLTA Ujung Ladang.

“Kalau tidak bayar tentu anak kami tidak diterima sebagai tenaga kerja disitu. Tapi kami merasa tertipu setelah bayar uang itu, anak kami dijanjikan dapat gaji Rp 2,5 juta per bulan ternyata gaji anak kami hanya mendapat bayaran cuma Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta saja.”

Itu pun cuma beberapa bulan saja. Setelah itu anak kami dirumahkan dengan alasan mesin rusak. Kalau memang rusak mesin, ya anak kami kan tetap kerja,” ujar Abu Rahim kepada siasatinfo.co.id.

Keterangan yang diperoleh kepada Mustafa, Jum’at (28/06/2019), sekitar pukul 16:30 WIB, menyebutkan tarif yang dimintak Yudi selaku manager dan asistennya Haplus saat itu harus Rp 27 Juta tiap calon tenaga kerja.

“Saya harus setorkan uang kepada mereka sebesar Rp 27 juta tiap orangnya kepada mereka Yudi dan Haplus ( Manager Saat ini), berjumlah 9 orang.

“Dari 9 orang kalikan Rp 27 juta, total Rp 243 juta itu lansung saya setor ke Harplus dan Yudi. Saya punya saksi hidup yakni Tabir (Pak meri) saat setor uang ke mereka,” ungkap mustafa kesal karena Harplus mengelak tidak tau menau soal ini.

Dengan nada keras, mustafa siap membantu tenaga kerja yang kecewa itu melaporkan kasus ini ke Polisi.” Harplus masih ada Rp 47 juta belum dia bayarkan kepada saya. Jangan mau enak saja setelah terima uang malah tidak mau mengakuinya.”

Sementara itu, gaji yang dibayarkan Harplus selaku manager menggantikan jabatan Yudi itu sangat miris sekali. Gaji diterima 9 orang ini berkisar Rp 600 ribu sampai Rp 1 juta tiap bulan. Selebihnya gaji tenaga kerja tersebut masih menjadi pertanyaan.

Manager baru Harplus ketika dikonfirmasi kan siasatinfo.co.id, Jum’at (28 / 06/19) sekitar pukul 13:30 WIB menyebutkan, bahwa dirinya tidak tau soal ada pungli maupun suap ini.” Saya betul – betul tidak tau soal ini. Mereka berdua yakni Mustafa bersama rekannya pak Meri yang melakukannya.(Jm/red).

 

 

Tinggalkan Balasan