Spanduk Kepolisian Stop Operasi Ilegal Driling, Dicuekin Pelaku Minyak Mentah di Batanghari 

0
Spread the love

Batang Hari, Siasatinfo.co.id –  Kegiatan penutupan lokasi pemasakan minyak mentah diduga hasil kegiatan Illegal Drilling di Kabupaten Batanghari Jambi, hanya dipandang sebelah mata alias dicuekin para pelaku pengolah minyak mentah.

Parahnya, Walaupun ada larangan keras pihak aparat penegak hukum dengan pajangan spanduk stop beroperasi ilegal drilling, namun tetap saja dicuekin pengusaha minyak mentah.

Peringatan Keras Stop Ilegal Drilling dari Kepolisian Hanya Dipandang Sebelah Mata Pelaku Minyak Mentah. Harian Siasatinfo.co.id

Terbukti, hinga kini operasional ilegal tetap saja berlangsung. Walau ada peringatan keras Wakapolda Jambi Brigjen Dulhalim pada Senin 31 Agustus 2020, tetap saja tidak membuahkan hasil yang terkesan hanya seremonial.

Hasil investigasi Awak Media ini, kegiatan kucing – kucingan pengusaha minyak mentah dengan aparat sepertinya sulit teratasi.

Contoh, tepatnya di Enam (6) Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muarabulian lorong Nangko sudah dihentikan Wakapolda Jambi Brigjen Dulhalim, masih saja berlangsung dan tidak diindahkan penyetopan dari aparat.

Pantauan langsung dilapangan, tidak kurang sekitar Enam Tungku masih beroperasi hingga saat ini.

Menurut Mulyadi pekerja pemasak tungku minyak mentah mengatakan, saat di lakukan Police Line oleh Wakapolda Jambi masyarakat tidak memasak.”saat ada petugas menyetop, ya kami hentikan dulu kegiatan ini.

“Kami yang pegang di sini atas nama Pak Dulhadi, katanya Anggota TNI dinas di Jambi, dan Palembang,”sebut Mulyadi.

Diungkapkan Mulyadi, untuk saat ini pemasakan sudah mulai sepi. “Satu minggu satu kali masak minyak. Dalam 1x masak, sebanyak 28 drum untuk ukuran tungku kecil. Dan 1 drum harganya Rp. 850.000,”ungkap Mulyadi.

Mulyadi menyebutkan, jika setiap masak memang sering ada anggota kepolisian yang masuk.

“ya biasalah,” memang ada juga anggota petugas yang masuk kelokasi”imbuhnya.

Lanjut Mulyadi untuk kaki tangan dari Dulhadi adalah Jais.” Dengan Jasa Koordinasi Satu trip kita kasih ke Jais Rp 500.000, ada enam tungku yang aktif saat ini,” tutupnya.

Aneh lagi, lokasi kegiatan ilegal Simpang Nangko ini malah terpajang  Spanduk peringatan keras tentang larangan melakukan kegiatan pengolahan minyak Illegal Drilling dari pihak Kepolisian. (Herlas).

Tinggalkan Balasan