Miris! Depan Mata Seorang Ibu Saksikan Anaknya Tewas Dikeroyok 4 Orang Tetangga

0
Ini Lokasi Korban Tewas Dikeroyok 4 Orang Laki - laki yakni Tetangganya sendiri.
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Hukrim – Miris! Didepan mata sendiri seorang ibu meronta – meronta dipegangi, dibekap dan dipiting salah satu pelaku ketika anak kandungnya dikeroyok hingga tewas oleh 4 orang pelaku yaitu, 1 orang Bapak dan 3 orang kakak beradik.

Berhasil dihimpun, Peristiwa berdarah itu terjadi pada hari Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 10:30 wib, korban dikeroyok dan tewas dibacok dengan sebilah badik.

4 orang pelaku pengeroyokan terhadap korban Rio Pambudi Wicaksono (25), merupakan warga komplek Perumahan Griya Macan Lindungan, Kelurahan Bukti Baru, Kecamatan Ilir, Palembang yang merupakan tetangga korban.

Dari Keterangan saksi mata Ganda (35), pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap Rio tersebut berjumlah 4 orang. Mereka diketahui masih satu keluarga, yaitu A sebagai ayah dan ketiga anaknya.

Saat terjadi pengeroyokan itu, ibu korban sempat berusaha untuk melerai dan menolongnya.

Namun karena dibekap dan dipegangi oleh salah satu pelaku, sang ibu hanya bisa meronta saat anaknya dianiaya hingga tewas.

“Ibunya dipiting oleh anak pelaku waktu Rio ini dikeroyok,” ujarnya.

Korban yang terluka parah akibat sabetan senjata tajam sempat dilarikan warga ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Dari empat terduga pelaku yang masih satu keluarga itu, dua di antaranya kini sudah ditetapkan tersangka oleh polisi.

Dua tersangka kakak beradik itu antara lain Oka Candra Dinata (28) dan Rizki Ananda (22).

Rizki mengaku alasannya melakukan pengeroyokan itu karena takut dengan korban. Sebab, korban dianggap memiliki kemampuan bela diri.

Pasalnya, saat berduel satu lawan satu tersebut kakaknya sempat jatuh tersungkur akibat pukulan dari korban.

“Korban ini bisa bela diri, karena kakak saya jatuh, saya coba menolongnya,” kata Rizki saat berada di Polsek Ilir Barat 1 Palembang, Rabu (22/7/2020).

Adapun persoalan yang memicu keributan itu, dikatakannya karena korban dianggap telah memelototi kakaknya. Tapi saat ditegur, justru korban tidak terima.

“Awalnya dia (korban) melotot ke kakak saya Oka. Waktu ditegur, dia bilang kenapa kamu tidak setuju? Sehingga terjadilah keributan,” ujar Rizki.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiyadji mengatakan, setelah melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan korban tewas itu para pelaku diketahui langsung kabur.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap mereka saat bersembunyi di kediaman keluarganya yang berlokasi di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Banyuasin.

Meski ada empat terduga pelaku dalam pengeroyokan itu, sejauh ini yang sudah ditetapkan tersangka baru dua orang.

“Untuk pelaku lain masih didalami. Sejauh ini baru dua yang ditetapkan tersangka,” ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, dalam melakukan penangkapan itu pihaknya juga mengamankan senjata tajam jenis badik yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban.(Ms/Red).

Tinggalkan Balasan