Miris! Badan Jalan Renah Pemetik Kerinci Jadi Kolam Lumpur

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Kurang perhatian Pemkab Kerinci sehingga akses jalan dari Pungut Mudik hingga Renah Pemetik – Sungai Kuning mengalami kerusakan parah.

Mirisnya, badan jalan bagai kolam renang berlumpur, pengendara roda empat dan dua sering nginap dihutan. Ini merupakan catatan kelam jalan daerah Kerinci terburuk untuk Kerinci baru dan berkeadilan.

Potret Jalan Daerah Kerinci di Renah Pemetik – Sungai Kuning Terburuk di Catatan Sejarah Kerinci Berkeadilan. Doc. Harian Siasatinfo.co.id

Padahal, akses jalan menuju renah pemetik merupakan jalur utama yang selalu di lewati oleh masyarakat di tiga desa yang berada dikawasan tersebut yaitu, Desa Pasir Jaya, Desa Lubuk Tabun dan Desa Sungai Kuning, Kecamatan Siulak Mukai kabupaten kerinci-Jambi.

Berhasil dihimpun siasatinfo.co.id, Selasa ( 15/12/2020), jalan sebagai transportasi penghasil pertanian besar itu malah terbengkalai, lobang sepanjang jalan menganga, bagai kolam mandi kerbau.

Saat ini semakin memperihatinkan, medan nya yang terjal dan berlobang membuat para sopir mobil sering mengeluh.

Seperti dituturkan salah seorang sopir mobil Alwi yang selalu melewati jalan tersebut membawa hasil pertanian seperti kentang, cabe dan kulit manis menyebutkan, “Kalau musim panas masih mending kita lewati walau pun harus berhati-hati karna jurang yang sangat dalam.

Tapi yang sangat parah bila musim hujan datang, kita harus melewati tanjakan licin, lobang berlumpur. Seringkali mobil kita masuk lobang tak bisa keluar jika tidak ditarik dengan mobil lain doble gordan,”ujar Alwi kepada Awak Media.

Diungkapkan Alwi, sering mobil kita bermalam di hutan karena nunggu mobil kawan yang datang dari pungut. kalau sudah musim hujan jalan sudah seperti kobangan kerbau, mobil pun seperti mobil Off Road.

“Kami sangat mengharapkan pada pemerintah kabupaten kerinci dan anggota DPRD Kerinci untuk serius memperhatikan dan memperbaiki jalan ini, agar kami bisa membawa hasil pertanian kami dengan mudah tidak seperti saat ini,”ujarnya.

Sementara, perbaikan jalan Renah Pemetik pemerintah daerah harus mendapatkan izin dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Sebab, jalan menuju Renah Pemetik harus melewati kawasan hutan lindung.( Ferenco/Red).

Tinggalkan Balasan