Maluin Dunia! Keras Kepala Donald Trump Masih Ngaku Menang, Padahal Besok Joe Biden Dilantik Jadi Presiden AS

0
Donald Trump Vs Joe Biden Pemenang Pilpres Amerika Serikat November 2020.
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Jakarta – Malu – maluin Dunia saja tingkah laku Calon Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump hingga saat ini tetap saja ngakui dirinya menang dari rival politiknya Joe Biden.

Lebih memalukan lagi, mulai dari Twitter, Facebook, YouTube dan Instagram nya Presiden Donald Trump diblokir pemilik Aplikasi di internet pasca kerusuhan di gedung capitol pada 6 Desember 2021 lalu.

Donald Trump Besok Usai Pelantikan Joe Biden Sebagai Presiden Amerika Serikat Harus Hengkang dari Gedung Putih. Media Siasatinfo.co.id

Padahal, pelantikan Joe Biden pemenang Pemilu bulan November 2020 tahun lalu sudah jelas dan tak bisa diganggu gugat lagi. Memang keras kepala, Donald Trump juga pemecah sejarah kelam Presiden Amerika Serikat dua kali dimakzulkan DPR AS.

Bahkan, Presiden Donald Trump dilaporkan masih mengomel dia menang Pilpres AS, kurang dari 24 sebelum dia meninggalkan Gedung Putih.

Berdasarkan laporan New York Times, dia juga menyerang Pemimpin Minoritas DPR AS asal Republik, Kevin McCarthy, yang dia sebut “pengecut”.

McCarthy mendapatkan kritikan dari sang presiden karena tidak berusaha menekan Republikan yang hendak memakzulkannya.

Trump merujuk kepada keputusan 10 politisi Republik di DPR AS yang memutuskan mendukung upaya pemakzulan kedua pada pekan lalu.

Resolusi yang digagas kubu Demokrat terjadi setelah terjadi kerusuhan di Gedung Capitol, pada 6 Januari, di mana presiden dianggap bertanggung jawab.

Jurnalis The Times Maggie Haberman mengungkapkan, presiden 74 tahun itu menunjukkan kegeraman atas ucapan McCarthy pada 13 Januari.

Saat itu, dalam pidatonya McCarthy menyatakan pemakzulan begitu membahayakan karena bisa membuat AS terbelah.

Namun di sisi lain, McCarthy juga mengritik Trump dengan menyebut si presiden tidak bisa lari begitu saja dari tanggung jawab.

“Dia seharusnya bisa segera mengutuk aksi itu begitu kerusuhan terjadi,” ujar McCarthy seperti dikutip Daily Mail Senn (18/1/2021).

McCarthy menyarankan agar si presiden menerima dia harus bertanggung jawab, dan memastikan transisi kekuasaan ke Joe Biden berjalan.

Saat pertama kali dimakzulkan pada Desember 2019, si presiden bisa berkoar tidak ada Republikan yang akan mendukung langkah itu.

Kini situasinya berbalik. Ada 10 Republikan dengan seluruh politisi Demokrat di DPR AS melayangkan dukungan atas pemakzulan.

Trump makin terpojok karena sejak kerusuhan 6 Desember itu, dia diblokir baik oleh Twitter, Facebook, maupun YouTube.

Selain itu berdasarkan laporan The Times, presiden ke-45 AS itu juga masih mengomel bahwa dialah pemenang Pilpres 2020.

Kurang dari 24 jam, Trump akan meninggalkan Gedung Putih dan tiba di West Palm Beach, Florida, sebelum Biden dilantik (20/1/2021).

Sekretaris Angkatan Darat, Ryan McCarthy menyadari potensi ancaman para pengkhianat saat pelantikan presiden ini.**(Ynr/Red Sst).

Tinggalkan Balasan