Kerap Gonta-ganti Pacar dan Berhubungan Seks, Janda Muda Positif Terserang HIV-AIDS

0
Foto: 27 PSK mengidap virus HIV dan AIDS
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Bali,- Tak tahan dengan godaan dan rayuan gombal lelaki hidung belang, wanita ber inisial   AD, seorang janda penderita HIV-AIDS (ODHA) asal MENGWI Bali, hingga saat ini masih mengidap HIV.

Menurut keterangan wanita berusia 36 tahun ini, mengaku sering bergonta-ganti pacar dan berhubungan seks bebas dengan para mantan pacarnya ketika masih muda.

Ilustrasi pengidap virus HIV/AIDS.

“Namanya dulu pada waktu masih muda kan seringlah ganti-ganti pacar, berhubungan seksual. Pacaran tidak sehat. Mungkin dari situlah saya terkena. Karena saya juga tidak pakai narkoba,” ungkapnya saat ditemui awak media di Bali, Selasa, (28/5/2019).

Dijelaskannya lagi, Ia tidak langsung dinyatakan positif menderita HIV pada saat itu, namun dinyatakan positif HIV pada saat setelah menikah.

Ia menikah pada tahun 2007 dan dinyatakan positif HIV pada saat telah menikah pada tahun 2014.

“Untuk faktor kenanya, saya tidak berani bilang dari si A atau si B. Saya pernah dulu punya pacar tetapi bukan suami yang sekarang. Tapi sekarang suami dan anak-anak saya malah negatif semua,”ungkap AD.

Korban AD pada mulanya merasakan gejala awal menderita HIV adalah, badan mengalami panas dingin, batuk dan diare selama berbulan-bulan dan tidak kunjung sembuh.

Ketika diarenya kambuh, dalam sehari korban, bisa 4 hingga 5 kali keluar masuk ke kamar mandi.

“Dulu diajak ke puskesmas dengan keluarga. Sampai di puskesmas dites dan ketahuanlah kalau mengidap HIV. Dan semakin ngedrop kemudian opname di rumah sakit 2 minggu, dan ternyata ditemukan juga TBC,” ungkapnya.

Sementara, berat badannya yang semula 65 kilogram menjadi 35 kilogram. Selain itu, AD juga merasakan gatal-gatal yang menimbulkan ruam di sekujur tubuhnya.

“Pada saat itu, gatalnya kadang-kadang muncul tidak secara bersamaan. Kemaluan kayak tumbuh cacar air (herpes). Tidak bisa diceritakan rasanya mbak. Panas, perih dan campur-campur rasanya,” pungkasnya.

Hingga saat ini, AD terus mengonsumsi obat Anti Retro Virus (ARV) untuk menekan perkembangan virus HIV sebagai harapan untuknya untuk tetap bertahan hidup meskipun harus dikonsumsi seumur hidup.

Laporan terakhir, kasus Capai 120 Tiap Bulan, Sudah Ada 21.081 Orang Mengidap HIV/AIDS di Bali. Angka pengidap Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Bali ternyata sangat fantastis.(red).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan