Dijahili! Proyek Paving Block Rp 185 Juta di SMP 20 Kerinci di Koto Payang Dirusak Tangan Jahil

0
Pengrusakan Paving Block pasca dipasang oleh pihak pelaksana CV Tujuh Sembilan, disaksikan kepsek SMPN 20 Kerinci bersama majlis guru.
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Kerinci Jambi,- Dijahili! Pekerjaan proyek pembangunan Paving Block senilai Rp 185 juta di SMPN 20 Kerinci dikerjakan oleh CV Tujuh Sembilan, berlokasi di Desa Koto Payang, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci Jambi, belum usai dikerjakan sudah dirusak tangan jahil.

Peristiwa pengrusakan terhadap pekerjaan dilokasi SMPN 20 Kerinci hingga saat ini belum diketahui siapa pelakunya. Pihak kontraktor yang mengerjakan Paving Block tersebut, diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 35 juta.

Setelah dirusak materialnya malah dibuang kedalam sawah. Siasat Info.

Menurut Hendri selaku pelaksana pembangunan Paving Block di lokasi SMPN 20 Kerinci, Sabtu (20/07/19 sekitar pukul 13:00 Wib, kepada siasatinfo.co.id mengatakan, atas peristiwa pengrusakan tersebut pihaknya ditaksir mengalami kerugian lebih kurang mencapai Rp 35 juta.

“Atas peristiwa ini kami taksir mengalami kerugian mencapai Rp 35 juta. Baru saja dikerjakan malah ada oknum yang tidak bertanggung jawab merusaknya.

“Saya telah laporkan kejadian ini kepada pihak Dinas Dikjar. Mereka sudah tau tentang kejadian ini. Kepala Sekolah beserta guru pun menyaksikan bagaimana parahnya pekerjaan yang telah dirusak ini,” ungkap Hendri dengan nada emosi.

Informasi ada pengrusakan pada pelaksanaan proyek ini diketahui pada pagi Sabtu (20/07/19) sekitar pukul 07:00 wib oleh pengawas kerja dari CV Tujuh Sembilan.

Kades Ardinal, meminghimbau kepada warga masyarakat yang berada di Desa Koto Payang untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan semua pihak.

“Saya minta warga jangan melakukan tindakan seperti itu. Pemerintah Daerah membangun untuk kita bukan untuk dirusak,”ujar Ardinal kecewa atas perlakuan tangan jahil.

Sementara itu, soal siapa pelaku pengrusakan tersebut, Kades Ardinal sama sekali tidak tahu siapa oknumnya. “Namun saya mendukung tindakan pihak pelaksana untuk melaporkan ke pihak yang berwajib.

“Bukan saja pelaksana yang rugi, tapi masyarakat pun ikut dirugikan oleh oknum pelaku pengrusakan,” kata Ardinal dihubungi via Handphone, Sabtu (20/07/19) oleh siasatinfo.co.id.(Red).

Tinggalkan Balasan