Bumi Putra Gagal Bayar Premi Ansuransi Jiwa Capai 2,4 Trilyun, Ratusan Ribu Pemegang Polis Kecewa!

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id Jakarta – Ternyata bukan nasabah PT Ansuransi Jiwa Bumi Putra Kerinci dan Kota Sungai Penuh saja yang gagal terima premi polis ansuransi, tapi sejumlah 265 ribu nasabah se Indonesia turut gagal dan kecewa.

Selain PT Ansuransi Bumi Putra mengalami krisis gagal bayar Premi bagi pemegang Polis, Tiga PT Ansuransi Jiwa Bakrie, PT Jiwas Raya, PT Bumi Asih Jaya, juga mengalami hal sama gagal.

Seperti yang terjadi dengan ratusan nasabah ansuransi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dengan tangan hampa hingga saat ini belum juga menerima premi padahal sudah jatuh tempo.

Seperti dilansir media ini pada Kamis 24 Oktober 2019 lalu dengan judul : “Aneh! Ada Indikasi Penggelapan, Rp 50 Juta Polis Ansuransi Bumi Putra 2 Tahun Tidak Cair”

Sudah jatuh tempo 10 tahun masa pertanggungan wajib bayar terhadap Polis Ansuransi salah satu warga Kerinci, Ny Harmoni seorang PNS yakni, Guru di SMP Negeri 2 Sungai Penuh, sudah 2 tahun diabaikan pihak Bumi Putra terkesan ada indikasi penggelapan.

Pasalnya, Ibu Guru SMP Negeri 2 Kota Sungai Penuh, beralamat rumah di Jalan Prof M. Yamin, sudah dua tahun ini terus menagih polisnya sebesar Rp 50 juta belum dicairkan.

Kasus krisis dan gagal bayar juga dialami oleh Asuransi Jiwa Bumiputera 1912, Perusahaan ini tercatat mengalami enam kali krisis besar, yaitu pada tahun 1930 (Depresi Besar), 1945 (pasca-Perang dunia II), 1965 (peristiwa sanering), 1997 (krisis Asia), 2008 (krisis keuangan global), dan 2016 sebelum pemberlakuan statuter.

Kemudian di akhir tahun 2018, perusahaan ini mengalami gagal bayar klaim asuransi kepada para nasabah karena kewajiban yang harus dibayarkan lebih besar dengan aset yang dimiliki.

Aset yang tercatat adalah sebesar Rp 10,28 triliun. Sementara, kewajibannya mencapai Rp 31 triliun.

Pada akhir Januari 2019, total klaim jatuh tempo yang belum dibayarkan mencapai angka Rp 2,7 triliun.

Berdasarkan risalah rapat dengar pendapat dengan DPR (7/12/2019), pendapatan premi Asuransi Jiwa Bumiputera per Oktober 2019 adalah sebesar Rp 2,6 trilun. Akan tetapi, jumlah klaimnya mencapai Rp 2,4 trilun.

Hingga kini, ada 265.000 pemegang polis yang masih menunggu kepastian tas pembayaran klaimnya.(Red).

Tinggalkan Balasan