Baru Hitungan Bulan Dikerjakan, Proyek Jalan Poros Desa Jambu Tebo Alami Kerusakan

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Tebo,-Baru saja dikerjakan proyek pembukaan jalan poros dan perkerasan di lokasi Desa Jambu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, dengan hitungan bulan saja sudah alami kerusakan parah.

Keterangan yang berhasil diperoleh siasatinfo.co.id dilapangan, dana Proyek pembangunan Pembukaan Jalan Poros dan Perkerasan di Desa Jambu, bersumber dari DD 2017 sebesar Rp 600 juta.

 

Pelaksanaan proyek ini dengan menelan dana desa (DD) sebesar Rp 600 juta itu berindikasi sarat dengan mark up anggaran pada pekerjaan.

Terbukti, akibat pekerjaan tersebut dengan dugaan asal – asalan yang dilaksanakan Kades Husairi bersama perangkat Desa setempat, waktu singkat saja malah mengalami kerusakan.

Menurut media Siasatinfo.co.id berinisial  SR warga setempat sekaligus tokoh masyarakat menyebutkan, pihak pejabat desa Husairi bersama perangkatnya mengerjakakan proyek asalan saja.

“Dengan Anggaran pelaksanaan menghabiskan Rp. 600 juta kami nilai tidak sesuai dengan RAB.

“Padahal pekerjaan ini bukan  buka baru. Tapi hanya perbaikan karena jalan ini terlebih dahulu sudah dikerjakan,” ungkap SR kepada siasatinfo.co.id.

Sebelumnya jalan poros ini dibuka warga desa Jambu secara swakelola. Selalu digunakan warga sebagai akses penting  jalan ekonomi warga dalam mengeluarkan hasil pertanian.

Kades Husairi ketika dimintai keterangannya, untuk perkerasan dalam  perencanaan menggunakan batu sirtu (batu manggo). Tapi di pelaksanaan nya haya menggunakan batu batang hari (kerikil) seadanya saja.

Sementara itu, warga desa setempat yang berprofesi tukang tidak mau dilibatkan kades Husairi. Hal ini sengaja dilakukan kades agar penyelewengan dalam pelaksanaan kerja tidak diketahui persis berapa anggaran yang terserap.

“Kades Husairi bersama perangkatnya, tidak pernah mau melibatkan kami sini. Dia malah menggunakan pekerja luar dari desa Jambu.

“Mestinya dana desa selain untuk pemerataan pembangunan juga mengangkat kesejahteraan masyarakat,” ujar Pen.

Warga masyarakat begitu yakin Husairi (kades), bersamaan perangkat lainnya melakukan banyak kecurangan dalam pengelolaan dana desa(DD) dari tahun ketahun.(Budi).

Tinggalkan Balasan