Heboh! Sarat Dengan Kecurangan, Setoran Rp 1,2 M Peserta Bimtek Kades Kerinci Mulai Terendus Aparat Hukum

0
Peltu Kadis Pemdes Kerinci dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jambi. Harian Online Siasatinfo.co.id
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Jambi – Heboh! diberitakan sederetan Media ternama dan favorit di Jambi serta Kabupaten Kerinci soal penggelontoran dana capai Rp.1,2 milyar bersumber dari dana desa guna Bimtek Seskuides menuai tudingan tak sedap.

Mencuat lantaran, kegiatan ini beraroma ajang bisnis dan sarat dengan kecurangan pihak panitia penyelenggara, diduga kuat ada permainan culas bersama pihak managemen hotel untuk menggerogoti uang setoran para Kades peserta Bimtek.

Berhasil dihimpun siasatinfo.co.id, Sabtu (26/9/2020), kegiatan ini digelar di Angsana Ballroom Hotel Odua Weston Jambi mulai berbuntut panjang, bahkan mulai terendus oleh aparat penegak hukum.

“Kami setuju ada media yang mau menyorot kegiatan Bimtek Kades, apalagi banyak dana desa yang terpaksa harus keluar.

“setoran ke pihak hotel untuk 1 orang Rp 2,2 juta.Sementara jumlah kami yang ikut 2 orang per desa, tentu wajib setor Rp 4,4 juta.

“belum lagi uang perjalanan dinas perorang selama 4 hari, SPJ uang dinas perorang setidaknya Rp 400 ribu kalikan 4 hari, lalu kalikan dua orang peserta, tentu sebesar Rp 3,2 juta yang harus dikeluarkan dari dana desa. Itu untuk satu desa saja,”ungkap salah satu sumber siasatinfo.co.id.

Cukup pantastis, sebanyak 285 Desa Se Kabupaten Kerinci dikalikan Rp 3,2/ per Desa sama dengan Rp.912 juta, yakni hampir Rp.1 milyar untuk SPPD.

Sementara itu, pihak kantor Pemdes Kerinci masih main kucing – kucingan dengan kepura – puraan tidak ada setoran uang.

Syahril Hayadi selaku Peltu Kadis Pemdes Kerinci dihubungi Siasatinfo.co.id beberapa hari lalu terkesan mengelak malah mengelak dan membantah ada setoran peserta. Aneh lagi, Syahril malah melemparkan kegiatan Bimtek ini karena ada kerja sama dengan BPKP Jambi.

“Tidak ada setoran sama sekali,” jawab Syahril ketus seakan tak mau terusik soal Bimtek.

“Kita hanya mempasilitasi kerjasama dengan BPKP Jambi saja,”ujar Syahril.

Pihak Desa pun takut untuk terlalu terbuka, siapa sebenarnya dalang ini semua, sehingga kegiatan ini digelar dengan nuansa ajang bisnis dan tanpa izin Tim Gugus Tugas Covid-19 Kerinci dan Kota Jambi.

“Kita minta agar aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan memanggil pihak penyelenggara Bimtek Kades dihotel mewah ini.

“kalau hanya untuk ajang bisnis perlu diusut sampai ke ranah hukum. Jangan – jangan ada bagi hasil uang antara pihak hotel dengan panitia penyelenggara,”tandas Joni LPPI Tipikor.(Ncoe/Red).

Tinggalkan Balasan