Viral Adu Mulut Warga Manado Kumpul Dipantai Tolak Dibubarkan Pol PP

0
Warga Manado Tolak Pembubaran Massa Dipantai Oleh Pol PP, Air Laut Dipercaya Obat Penangkal Corona.
Spread the love

Siasatinfo.co.id Manado – Aneh, saat pandemi corona massa dilarang berkumpul, eh malah dilanggar warga Manado di pantai lantaran air laut adalah obat.

Video warga adu mulut dengan Satpol PP Manado karena menolak dibubarkan, viral di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan juga lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Kepala Satpol PP Kota Manado Johanis Waworuntu mengatakan, peristiwa dalam video tersebut memang benar, seperti dilansir dari kompas.com.

Ia menjelaskan, pada hari itu, tim lebih dulu melakukan patroli di Pantai Malalayang, Manado.

Situasi dan kondisi di Pantai Malalayang saat itu lenggang dan aman terkendali.

Kemudian, patroli dilanjutkan ke tempat lain. Tim menyasar kawasan Megamas Manado.

Anggota operasi Satpol PP Manado berhenti, tepatnya di Jangkar Sandar yang menjadi tempat perahu nelayan bersandar.

Di situ, anggota memantau apabila terdapat warga yang berkerumun berenang seperti bisanya atau pada waktu sebelum pandemi virus corona (Covid-19).

“Beberapa saat kemudian, didapati warga tergolong anak-anak muda dan anak-anak datang ke pantai itu. Mereka mengaku warga dari seberang kawasan Megamas atau warga kampung setempat yang akan berenang. Saat ditegur anggota untuk tidak berenang dan berkerumun, malah memanggil warga lainnya (orang-orang dewasa),” jelas Johanis.

Johanis kemudian turun dan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada warga tentang bahaya penularan Covid-19.

“Bahkan, saya menyampaikan bahwa saat ini Manado menjadi daerah tansmisi lokal. Artinya, saat ini telah terjadi penularan di wilayah Manado sendiri, bukan penularan dari daerah lain di luar Manado,” jelasnya.

Penjelasan dan pemahaman yang disampaikan pihak Satpol PP tak dipedulikan warga.

“Ada satu warga menyampaikan ‘kenapa Satpol PP tidak memperkenankan mereka berenang di laut, padahal laut itu obat. Sementara bandara tidak ditutup, tapi tetap dibuka oleh pemerintah, banyak orang dari luar membawa virus’,” ujar Johanis mengutip pernyataan warga.

Johanis kemudian memberikan pemahaman kepada warga, bahwa urusan bandara bukan kewenangan mereka.

“Tapi, itu kewenangan pusat dan atau pemerintah provinsi. Tugas kami saat ini adalah membubarkan kerumunan warga, karena kami sayang kepada warga Kota Manado dan inginkan keselamatan semua warga,” ujarnya.

Saat itu, kata Johanis, terjadi perdebatan yang alot, karena ada salah satu warga tidak mau memahami dan mengerti penjelasan dan pemahaman yang disampaikan.

Johanis terus mengingatkan warga, sesuai instruksi Pemkot Manado, memintakan warga tidak berkerumun banyak orang dan menjaga jarak.

Tetapi yang bersangkutan tetap ngotot bahwa mereka tidak menyebarkan virus, melainkan orang yang datang dari luar Manado yang menularkan virus.

“Hingga mereka selesai berenang di laut, segera membubarkan diri masing-masing. Sejauh ini Satpol PP masih tetap bertindak santun, sabar dan humanis. Mengingat petunjuk dan perintah pimpinan untuk tetap bertindak persuasif,” katanya.

Terkait pemahaman warga soal air laut bisa mencegah dan obat membunuh corona, Johanis mengaku, dirinya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Manado, dr Ivan Sumenda.

“Kadis menegaskan tidak ada penelitian seperti itu,” tandasnya.(Red).

Tinggalkan Balasan