Terendus Pemerasan, Jual Beli Tanah Rumah Dinas Bupati Kerinci Libatkan Oknum Pejabat

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci –  Mencuat lagi, soal jual beli tanah lokasi Rumah Dinas Bupati Kerinci 2019 – 2020, ada harga lebih dari NJOP ditetapkan Team KJPP, BPN, dibayarkan ke pemilik tanah H Amirudin ditangarai melibatkan beberapa Pejabat Pemkab Kerinci, terendus ada pemerasan harga bayar semula Rp 283 juta.

Carut marut untuk memuluskan pagelaran lelang pembangunan lokasi Rumdis untuk pematangan lahan 2020 ini, ternyata berindikasi mark up harga dari semula yang telah ditentukan.

Dugaan permainan kotor ini mulai terendus dan menjadi sorotan. Namun tidak diketahui secara pasti berapa ratus juta kelebihan bayar yang mesti dibayarkan lagi.

Ini Peta Lokasi Rumah Dinas Bupati Kerinci. Siasatinfo.co.id

Berhasil diperoleh keterangan dari sumber Siasatinfo.co.id, Kamis (12/11/20) menyebutkan ada persekongkolan pihak Pejabat Pemkab Kerinci sengaja melakukan Mar Up harga secara kucing – kucingan dengan pemilik tanah lokasi.

“harga semula memang tercatat dipublik senilai Rp. 283 Juta. Tapi karena pelaksanaan pegelaran lelang pematangan tanah lokasi harus dikerjakan segera, tentu mereka dengan liciknya bersekongkol untuk membayar lebih.

“yah, kalau tidak dibayarkan tentu pagelaran tender pematangan lahan tidak bakal terlaksana,”ujar sumber siasatinfo.co.id.

Sebelumnya diketahui, harga beli tanah Rp.283 juta disahkan oleh Konsultan Jasa Penilaian Properti (KJPP) dari Provinsi Sumatera Barat.

Semula anggaran secara global disahkan DPR Kabupaten Kerinci untuk pembangunan gedung sebesar Rp,3 milyar. Namun tercatat sebagai realisasi anggaran adalah, Beli tanah rumah dinas jabatan Rp. 283 juta, plus honor KJPP sebesar Rp 80.872.000,- (Delapan Puluh Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Rupiah).

Diberitakan Siasatinfo.co.id sebelumnya, anggaran senilai Rp.3 miliar, mencuat lagi total anggaran keseluruhan yang dianggarkan di APBD-P 2018 dikelola Bidang Cipta Karya ternyata senilai Rp.5,4 Miliar termasuk beli tanah Islamik Center.

Penggelembungan harga lebih dari nilai Rp.283 juta cukup pantastis diperoleh dengan cara persekongkolan beberapa oknum pejabat Pemkab Kerinci.

Tapi, sangat disayangkan angka dugaan pemerasan harga tanah lokasi Rumdis bertambah nilai jual itu dilakukan secara licik oleh beberapa oknum yang belum terendus pihak penyidik Tipikor Polres Kerinci.(Ncoe/Red).

Tinggalkan Balasan