Soal Pungli di SPBU Siulak, Yulmon Bantah “Saya Tidak Pernah Perintahkan Operator Pungut Uang Lebih, Itu Hanya Sisa Bayar!

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Kerinci,-Soal dugaan Pungutan Liar (Pungli), jadi sorotan puluhan ribu netizen (Warga Net) dilansir media online siasatinfo.co.id, Senin ( 03/05/19) itu, sempat menjadi viral.

Hal tersebut terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ), kode 24 37164, berlokasi di Jalan Muradi, Desa Tutung Bungkuk, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, dibantah keras oleh Manager Yulmon.

Situasi di SPBU Siulak Kerinci,sebuah tengki sedang bongkar muatan bersamaan dengan kesibukan konsumen mengisi BBM. Foto Siasat Info.

Dikatakan Yulmon kepada siasatinfo.co.id, Jum’at (07/06/2019) sekitar 16:00 wib diruang kerjanya SPBU berlokasi Tutung Bungkuk.”Saya tidak pernah memberi perintah kepada operator pengisi minyak agar memungut lebih pembayarannya kepada pelanggan atau konsumen.”

“Kadang memang angka meter misalnya Rp 19.700,- tentu uang untuk pengembalian pembeli Rp 300,- tidak ada. Ya, terpaksa kan digenapkan menjadi Rp 20 ribu,”ujar Yulmon.

Ditanyakan siasatinfo.co.id, soal angka meter langsung dipencet tiap pengisian kenapa tidak dilakukan operator. ” Namanya orang kita ngambil uang Rp 10 ribuan saja dari dompet lamanya mintak ampun. Habis waktu dan bisa antri panjang.”

“Namun sisa lebih bayar konsumen itu tetap dikembalikan kepada operator dengan membayar gaji 13 dan 14 untuk gaji plus mereka.

“Dan ada kalanya mereka operator pengisi BBM tekor, seperti konsumen langsung lari tanpa membayar terlebih dahulu. Belum lagi, ada juga yang bayar dengan uang palsu.

“Nah, untuk menutupi ketekoran operator tentu kita ambil dari sisa lebih pembayaran dari konsumen,” tambah yulmon lagi kepada siasatinfo.co.id.

Selain itu, tembusan DO BBM untuk SPBU 24 37164 mendatangkan BBM jenis Premium 15 Tengki tiap bulan, berjumlah 14 ton per tengkinya. Total kebutuhan Premium 15 tengki dikalikan dengan 14 ton, sama dengan 210 ton per bulan.

Sedangkan untuk Pertalite 50 s/d 60 tengki tiap bulannya harus terpenuhi di SPBU nya. Isi per setiap tengki masih berjumlah 14 ton. Untuk memenuhi konsumen tiap bulannya pertalite paling besar yaitu 60 tengki kali 14 sama dengan 840 ton.

“Untuk Bio Solar tuap bulannya kami memesan 30 tengki/14 ton dan BBM Deklite cuma satu tengki tiap bulannya. Kalau Deklite satu tengki saja tidak habis dalam satu bulan,”ujar yulmon tanpa menyebutkan soal Pertamax berapa kebutuhannya tiap bulan. (Red).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan