Polisi Dimintai Warga Sidik Dugaan Penggelapan Dana Desa Tanjung Pauh Mudik, Kerinci !

0
Kades Tanjung Pauh Mudik Candra Purnama.
Spread the love

 

satu unit Kijang Inova milik Kades dituding warga hasil dari Dugaan penggelapan dana Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Keliling Danau, Kab. Kerinci – Jambi. ( Photo Siasatinfo.co.id ).

Sudah tak percaya lagi dengan tim pemeriksa dari Inpektorat, warga Desa Tanjung Pauh Mudik minta agar pihak penyidik dari Kepolisian, KPK untuk turun kelapangan memeriksa perangai Kades Candra Purnama.

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci,- Tudingan penggelapan Alokasi Dana Desa ( ADD ) serta Dana Desa ( DD ) Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci – Jambi, sejak tahun 2016  s/d 2018 oleh Kades Candra Purnama saat ini heboh karena mendadak kaya dan membeli satu unit mobil Inova produk Toyota.

Informasi berhasil dihimpun siasatinfo.co.id, Pelaksanaan ADD dan DD terjadi penyalahgunaan anggaran sejak tahun 2016 sampai sekarang.

Menurut beberapa keterangan warga setempat, Selain tidak transparan kepada masyarakat, kades Tanjung pauh mudik di duga sering melakukan penyunatan gaji stafnya.
“Pelaksanaan proyek Desa tidak pernah melalui hasil musyawarah. Bahkan pekerjaan fisik proyek dia tidak mau melibatkan warga sini, “Ungkap warga.

Disebutkan warga sumber siasatinfo.co.id, ” bagusnya pihak dari Polres Kerinci segera mungkin turun kelapangan untuk melakukan penyidikan. Kapan perlu dari KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kades kami, ” tandas warga kesal karena tak percaya lagi dengan pemeriksaan dari kantor Inspektorat Kabupaten Kerinci.

Berikut data hasil dugaan kecurangan penggelapan dana Desa yang berhasil di inventarisir sumber siasatinfo.co.id yakni; 1.Pembangunan irigasi 300 meter dengan nilai Rp.458.162.000 Cacat mutu. Pasir di ambil dari lokasi setempat bercampur tanah. Pondasi hanya digali 5 sampai 10 cm, pondasi nya kecil 15cm, gaji pekerja Rp.137.500.000 yang seharusnya dikerjakan 20-30 orang malah dilaksanakan 5-6 orang saja  yang hanya menghabiskan dana Rp 40 juta saja.

2.penggelapan dana pelatihan bumdes Rp20.385.000.
3.penggelapan pelatihan perangkat desa Rp12.000.000.
4.penggelapan dana Pelatihan Pemuda,Nelayan dan Perempuan Rp.34.525.000.

Dari uraian diatas tak tertutup kemungkinan perlakuan sama juga ada di tempat lain. Kini tinggal profesional dan independensi pihak pemeriksa dari Inpektorat Kabupaten Kerinci.

Ketika dikonfirmasikan via handphone Kades Candra Purnama hingga berita dilansir siaKsatinfo.co.id, tidak menjawabnya. ( Red ).

 

Tinggalkan Balasan