Perlu Dicontoh, Usai Terima BST Wartawan Online Doni R Belikan Sembako Untuk Warga Miskin

0
Doni Riyadi Wartawan Online Kebalikan BST kepada Warga Yang Tidak Mampu. Harian Online Siasat Info
Spread the love

Siasatinfo.co.id Tanjab Timur – Belum adanya kejelasan hingga kapan berakhirnya pandemi Covid-19, pemerintah hingga saat ini terus gencar berupaya dan tetap menjalankan program yang telah direncanakan.

Tiga Warga Tidak Mampu Terima Sembako dari Wartawan Online Doni Riyadi. Siasatinfo.co.id

Salah satunya, dengan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang berasal dari anggaran pusat yang diperuntukkan bagi warga masyarakat yang terdampak tidak terkecuali para insan Pers.

Doni Riyadi, Wartawan dari Media Online dan Media cetak mingguan yang berdomisili di Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Doni adalah salah satu dari sekian banyak insan Pers penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp. 600.000,- Rupiah.

Setelah menerima Bantuan Langsung Tunai tahap pertama, beberapa waktu lalu dan disumbangkan kepada anak yatim piatu. Kali ini, Doni kembali menerima Bantuan Langsung Tunai untuk tahap kedua.

Seusai menerima Bantuan Sosial Tunai tahap II, tidak lantas ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, Doni justru menggunakan uang tersebut untuk membeli beberapa sembako seperti beras, telur, minyak goreng, gula, tepung dan teh. Selanjutnya, sembako tersebut ia berikan kepada tetangga yang dianggap layak menerima.

Doni menuturkan, ia berbuat seperti itu bukan karena tidak mau menerima, ia berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah. Akan tetapi, ia berbuat seperti itu karena ia menganggap masih ada orang lain yang lebih membutuhkan ketimbang dirinya.

Selain itu, Doni juga berharap, apa yang ia lakukan dapat memotivasi atau mendorong para penerima bantuan dari program pemerintah. Agar menyadari, bahwa bantuan yang diberikan pemerintah sebenarnya diperuntukan bagi masyarakat yang tingkat ekonominya lemah.

Apabila ada pihak penerima bantuan dari program pemerintah, dan merasa dirinya mampu, alangkah baiknya diserahkan kepada yang lebih layak membutuhkan bantuan. Bukankah saling berbagi itu adalah, perbuatan yang mulia.

“Ya, berbagi itu tidak menunggu diri kita mampukan..? Bukan niat mau pamer atau tidak bersyukur, intinya saya mau berbagi dan memotivasi mengetuk kesadaran”. Jelasnya saat bincang-bincang selepas memberikan sembako dikediamannya,  Jum’at (19/6/2020).(Firdaus. F)

Tinggalkan Balasan