Pasien Positif Rapid Test Meninggal di RSU Kerinci, Keluarga Jemput Paksa Mayat

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Tak diketahui secara jelas aksi nekad pihak keluarga Pasien Covid-19 menjemput paksa mayat dirumah sakit umum Kerinci.

Cukup disayangkan, penyebab kematian seorang pasien positif rapid test berinisial S berusia 55 tahun di Rumah Sakit Umum MH Thalib, Sabtu (24/10/2020) sekitar pukul 04:30 WIB dini hari pagi, menghembuskan nafas terakhir sepertinya tidak diakui pihak keluarga karena Covid-19.

Buktinya, mendapat kabar pasien S meninggal dunia, pihak keluarga dengan paksa menjemput mayat ke RSUD MH Thalib dengan menggunakan mobil pribadi jenis APV warna hitam.

Diketahui, Pasien yang telah meninggal itu tercatat sebagai warga desa Balai Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, sebelumnya dilarikan kerumah sakit Mayjen H.A.Thalib lantaran pasien positif rapid test Covid-19.

Informasi diperoleh Siasatinfo.co.id, Pasien Inisial S (55)  diisolasi dilarikan ke RSUD MHA Thalib Kerinci pada Jumat siang kemarin sekitar pukul 13.00 WIB oleh petugas Gugus Covid-19 Kerinci.. Karena, pasien terdeteksi dari hasil pemeriksaan reaktif rapid test Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal ketika dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Ia mengatakan pasien yang meninggal tersebut hasil rapid testnya reaktif dan sudah diambil PCR Swab, tetapi belum keluar.

“Pasien tersebut kontak erat dengan anaknya yang sudah positif Swab, yang saat ini sedang menjalani isolasi di RSUD MHA Thalib Kerinci,” kata Hermendizal.

Lanjut Hermendizal, seharusnya pasien tersebut dimakamkan dengan protokol Covid-19, tapi diambil paksa oleh keluarganya.

“Kita dari dinas sudah menghubungi pihak keamanan, namun keluarga tetap berhasil membawa mayat naik ke mobil keluarga untuk dibawa pulang kerumah,” tambahnya.

Terkiat insiden ini, Hermendizal selaku juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kerinci minta masyarakat agar senantiasa mempedomani protokol kesehatan, agar mata rantai pandemi corona dapat teratasi.

Namun hingga berita ini dipublish siasatinfo.co.id, aksi nekad pihak keluarga menjemput paksa mayat S (55) Pasien Positif Rapid Test Covid-19 itu belum diperoleh keterangannya.(Df/Red).

Tinggalkan Balasan