Miris! Jenazah Wanita Mati Pendarahan Ditandu Warga dari Ambulance Sepanjang 200 Meter

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Tanjabtim – Miris! Jenazah seorang wanita meninggal dunia karena pendarahan terpaksa ditandu puluhan warga dan keluarga sepanjang 200 meter. Karena, mayat dibawa sebuah mobil ambulance terjebak macet dijalan rusak berat dan berlumpur.

Akibat dari jalan rusak berat itu, mayat digotong warga bersama anggota TNI/Polri dengan peralatan seadanya dari mobil ambulance arah Jambi terhenti diruas jalan Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjabtim, Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 09:00 WIB.

Parahnya lagi, sambil menggotong mayat para anggota TNI dan Polri bersama warga terpaksa bergotong royong diruas jalan jalan sepanjang 200 meter agar dapat dilalui para penandu mayat.

Untuk Menggotong Mayat Jalan Kaki, Warga Terpaksa Bergotong Royong. Media Siasatinfo.co.id

Peristiwa miris ini sontak viral diberbagai Media Online, baik media lokal maupun nasional, sehingga menyita perhatian pulik.

Selain soal miris jenazah ibu yang ditandu dibadan jalan rusak parah, sorotan tajam kalangan publik dan warga net tak ayal tertuju kepada Pemkab Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang seakan tutup mata atas perbaikan jalan umum ini.

Informasi berhasil dihimpun siasatinfo.co.id, Senin (18/1/2021), kejadian yang menyita perhatian miring publik ini berawal dari sebuah mobil ambulance pembawa jenazah seorang ibu yang meninggal akibat pendarahan.

“Empat hari lalu mobil ambulans yang membawa jenazah dari Kota Jambi menuju kawasan Desa Bandar Jaya, Kecamatan Rantau Rasau.

“Dalam perjalanan ambulans terjebak macet diruas jalan Kecamatan berbak. Selain rusak parah, jalan pun berlumpur.

“jangankan pakai mobil ambulans, dengan jalan kaki saja susah kami untuk melewatinya,”ujar warga yang ikut menggotong mayat saat itu.

Kejadian itu dibenarkan Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Deden Nurhidayatullah. “Memang ada sebuah mobil ambulans yang membawa jenazah terjebak akibat Jalan rusak parah tepatnya diwilayah berbak.

“Ya benar ada, saat terjebak warga membawa jenazah pakai tandu dengan berjalan kaki sepanjang 200 meter,” ujar Kapolres turut prihatin.

Dikatakan juga oleh Kapolsek Berbak, Iptu Cibro, warga membawa jenazah Jalan kaki sepanjang 200 meter karena mobil ambulans terjebak macet karena Jalan rusak parah.

“Saat itu, jenazah dibawa pakai mobil ambulance dari Kota Jambi ke Rantau rasau. Ketika melintas di berbak mobil terjebak akibat Jalan rusak parah.

“ada sebuah mobil terpuruk ditengah Jalan rusak sehingga mengakibatkan macet dan langsung ditandu Jalan kaki.,” jelasnya, Minggu (17/1).

“ketika jenazah dibawa Jalan kaki sepanjang 200 meter, pihak pukesmas Kecamatan sudah menunggu dari jalan arah yang sama.

“jenazah langsung dipindah kan ke mobil pukesmas dan langsung menuju kerumah duka, walau sempat terlantar dijalan,” jelasnya, Minggu (17/1/21).(Firdaus/Red Sst).

Tinggalkan Balasan