KPK Terima 170 Pengaduan Korupsi di Jambi Selama 2 Tahun, Kerinci Hanya 3 Aduan

0
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi RI di Jakarta.
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Jambi – Setidaknya tercatat laporan pengaduan dugaan tindak pidana korupsi selama dua tahun, terdapat 170 aduan terkait korupsi di Provinsi Jambi yang diterima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Tercatat di KPK RI pada 2019 sebanyak 116 aduan dan pada 2020 ada 54 aduan.

Disebutkan oleh Direktur Koordinasi Supervisi I KPK, Didik Agung Widjanarko di Jambi, Rabu (21/4/2021), termasuk terbanyak aduan korupsi.

“Yang paling banyak dari Kota Jambi 39 aduan, Kabupaten Batanghari 34 aduan, dan Tanjung Jabung Barat 27 aduan,” ujar  Didik Agung Widjanarko.

Selain itu, aduan yang masuk ke KPK berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur 13 aduan; Kabupaten Muarojambi dan Kota Sungaipenuh masing-masing 12 aduan; Kabupaten Tebo 9 aduan; dan Bungo 8 aduan.

Kemudian Sarolangun 7 aduan dan Kerinci hanya 3 aduan. Sisanya sebanyak 2 aduan tidak spesifik.

Namun, tidak semua aduan tersebut sampai ke tingkat penelaahan.

“Yang diteruskan ke telaah 66 aduan,” kata Didik.

Selanjutnya, sebanyak 114 masuk dalam pengarsipan.

Didik mengatakan, KPK harus melakukan crosscheck aduan-aduan tersebut.

“Kalau perlu ditindaklanjuti, KPK akan koordinasi,” ujar dia.

Jenis aduan paling banyak adalah kasus penyuapan.”Dalam hal pengadaan barang dan jasa,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Koordinasi Pencegahan KPK Wilayah I, Maruli Tua menjelaskan, pihaknya masih mengumpulkan informasi kondisi faktual setiap aduan yang diterima dan ditindaklanjuti.(Ids/Red).

Tinggalkan Balasan