Hasil Swab PCR Belum Positif, Kematian Pasien Erwan di RS MH Thalib Warga Siulak Kecil di Covid19 Kan

0
Saat petugas Covid19 dengan pasilitas lengkap Prokes Yang kesannya jenazah meninggal karena virus Corona. Media Siasatinfo.co.id
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Aneh saja, Kematian seorang pasien Alm Erwan 59 tahun Warga RT 01 Desa Siulak Kecil Hilir, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi terkesan sengaja di Covid19 kan oleh pihak petugas isolasi di RSUD MH A Thalib.

Buktinya, pasien Erwan (50) yang semula dibawa ke rumah sakit Mayjen H A Thalib pada hari Minggu (18/7/2021) sekitar pukul 09:00 WIB, dilakukan tes Swab Antigen dan dinyatakan positif.

Kemudian sekitar pukul 15:30 wib, petugas RSUD yang tangani soal Covid19 membawa pasien ke ruang isolasi untuk dirawat inap.

Menurut keterangan Mis Arina isteri dari pasien Erwan yang telah meninggal itu kepada Siasatinfo.co.id, Jum’at sekitar pukul 10:00 wib, menyebutkan bahwa suaminya dimakamkan dengan cara tak wajar dan belum positif Covid19 dari hasil Swab PCR malah dimakamkan secara protokoler kesehatan oleh petugas yang mengakibatkan keluarga kami terkucil oleh masyarakat.

“Kami bawa bapak ke rumah sakit jam 10:00 wib hari Minggu 18-7-2021, lalu di tes Swab Antigen dinyatakan petugas positif, lalu dibawa keruang isolasi pukul 15:30 wib sore.

Sekitar pukul 23;30 wib malam, bapak dilaporkan meninggal oleh petugas. Lalu karena tak ada hasil positif swab PCR, bapak disuruh petugas untuk jemput mayat bersama keluarga.

“Lalu kami semua datang ke rumah sakit malah petugas mengharuskan untuk dimakamkan secara prokes kesehatan.

Sementara kami berjumlah 5 orang keluarga dirumah yang kontak langsung sudah tes Swab Antigen hasilnya negatif malah,”jelas Mis Arina isteri almarhum kepada siasatinfo.co.id.

Ditambahkan isteri almarhum Erwan, karena sudah di bilang Covid19 bapak meninggal tentu nama baik keluarga kami langsung rusak.

“Orang – orang di sini takut untuk pergi melayat gara-gara dimakamkan dengan cara prokes yang kesannya menuduh bapak meninggal karena virus corona, padahal bukti dari petugas Covid19 rumah sakit belum ada.

Kami berharap pihak petugas dari rumah sakit bertanggungjawab atas hasil Swab PCR yang memastikan bapak terkena virus corona atau tidak.

‘Jika mereka tidak segera membuktikan hasil tes Swab PCR berarti ini fitnah. Kami tidak mau terkucil dan tersisih di masyarakat gara-gara cara petugas Covid19 di RSUD memperlakukan jenazah suami saya,”imbuhnya.

Sementara itu, dikatakan kades Siulak Kecil Hilir, Atri Arga menyebutkan, kalau belum ada klarifikasi secara pasti dari hasil Swab PCR yang nyatakan pasien meninggal karena Covid19, mesti pihak petugas RSU MH Thalib tidak perlakukan jenazah dengan pemakaman secara prokes kesehatan.

“Dengan cara begini tentu keluarga pasien yang meninggal berimbas fatal. Orang sini takut jadinya melayat.

“Pihak petugas mesti hati-hati mengeluarkan statement terhadap pasien kalau belum ada hasil Swab PCR jangan cepat memvonis pasien,”tandas Kades Atri. (Ncoe)

Tinggalkan Balasan