Duhc! Selain Beasiswa Belum dibayarkan, Kabid Hakimi, Bendahara Siliswati Tersandung Penyunatan Honor Pengawas

0
Hakimi Kabid Dikdas Dinas Dikjar Kabupaten Kerinci.
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci,- Selain soal beasiswa murid SD dan SMP berprestasi berindikasi tidak akan dibayarkan, ternyata Hakimi Kabid Dikdas dan Bendahara bersekongkol melakukan penyunatan honor Pengawas Silang UN SD, SMP guna membayar temuan pajak tahun 2018 lalu.

Aneh, Proses pencairan terjadi pemotongan pajak dua kali, seharusnya guru pengawas tersebut  menerima Rp. 500 ribu, tapi malah menerima Rp. 200 hingga Rp. 280 ribu. Tergantung pangkat dan golongan.

Setelah diberitakan, beberapa hari kemudian ternyata  sejumlah guru ada yang menerima Rp. 500 ribu.

“saya menerima Rp. 280 ribu, kemudian heboh diberitakan, kemarin ada kawan saya malah dibayar Rp. 500 ribu, aneh juga, berapa sebenarnya hak pengawas silang UN tersebut” ungkap sumber dilansir siasatinfo.co.id pada Kerincitime.co.id.

Pembayaran honor tersebut juga sempat dilakukan di dalam ruangan Kabid Dikdas Hakimi oleh Bendahara Siliswati.

“Diduga ada indikasi kongkalikong antara Kabid Dikdas Hakimi dan Bendaharanya Siliswati terkait pembayaran honor pengawas silang tersebut,”ujar Joni Lsm LPI Tipikor kepada siasatinfo.co.id.

Sementara Hakimi Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci mengaku bahwa terjadi pemotongan pajak dua kali, lantaran ada temuan di tahun 2018 lalu.

“untuk pengwas jenjang SD yang kita potong hanya pajak, sesuai pangkat dan golonga, yang bukan PNS tidak ada potongan, misalnya golongan IV Rp. 58.000,-, sementara untuk golongan II Rp. 19.500,-, jadi yang diterima Rp. 310.000,- setelah potong pajak” ungkapnya.

Dari jumlah Rp.310.000,- tersebut dipotong lagi lantaran ada temuan tahun lalu, “jadi kita ambil dari sana” ungkapnya lagi.

Dikatakannya bahwa pembayaran honor tersebut juga baru 50 orang, lantaran heboh diberitakan, maka kita stop dulu, biar ada kejelasannya. “baru kita banyar untuk 50 orang” ungkapnya.

Sementara untuk SMP kata Hakimi tidak benar jumlahnya mencapai Rp. 500.000,- per orang, namun ia tidak menjelaskan berapa rincian sebenarnya untuk honor pengawas silang SMP dan berapa jumlah pengawas silang keseluruhan, “jumlahnya tidak sampai Rp. 500 ribu, nantilah saya cek dulu, tapi untuk SMP sudah dibayar sebelum lebaran lalu” ungkapnya.

Hingga berita ini dilansir siasatinfo.co.id, belum diperoleh data – data resmi berapa orang murid SD dan SMP yang berhak mendapatkan dana beasiswa berprestasi.(Rt/Mr/red).

Tinggalkan Balasan