Duhc Bejadnya! Isteri Bantu Suami Perkosa Teman Sendiri

0
Ilustrasi kasus perkosaan karena ada asmara cinta segitiga.
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Bukit Tinggi – Duhc bejadnya! Pasangan suami isteri (Pasutri) di Kelurahan Pakan Kurai, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukit Tinggi bersengkongkol menjebak korban inisial S (26) untuk diperkosa dalam kamar rumah pelaku.

Sungguh tega, padahal korban adalah teman isteri pelaku AF (30) sendiri. Sedangkan peran isteri pelaku mulai dari menjemput korban hingga membelikan kondom untuk suaminya.

Heboh kejadian ini, Pasutri AF (30) dan YN (40). Keduanya saat ini telah berstatus tersangka dan tengah menjalani pemeriksaan di Polres Bukittinggi. Sang istri, YN, ditetapkan sebagai tersangka karena ikut serta membantu suami untuk memperkosa korban.

Sementara tersangka, AF (30) membantah telah memperkosa perempuan berinisial S (26). Dia beralasan ada hubungan asmara dengan korban S.

“Saya mau klarifikasi ya, itu bukan pemerkosaan. Saya sudah berhubungan dengannya selama dua tahun,” ujar AF ke wartawan di Mapolres Kota Bukittinggi usai menjalani pemeriksaan, Rabu kemarin (27/1/2021).

Pasutri AF dan YN masih diperiksa intensif oleh pihak kepolisian usai ditangkap pada Sabtu (23/1/2021) lalu. Kasus itu terungkap usai korban S melapor ke polisi pada Selasa (19/1/2021). S merasa ketakutan menjadi korban terus-menerus.

Pelaku AF malah ‘menyerang balik’ korban S. Ia mengatakan meminta korban S mengirim foto dan video syur via pesan instan. Tapi, katanya, korban juga sering mengirim hal serupa tanpa diminta.

“Meminta juga ada, tapi dia juga mengirim tanpa diminta,” ungkap AF.

AF juga membantah mengancam bakal membunuh orang tua S adai tidak mengikuti nafsu bejatnya.

“Mengancam menceraikan istri betul, tapi mengancam untuk membunuh (korban) tidak pernah,” bebernya.

AF ditetapkan menjadi tersangka dengan istrinya, YN (40). Mereka dituding bekerja sama atas pemerkosaan terhadap S.

Pasutri AF dan YN masih diperiksa intensif oleh pihak kepolisian usai ditangkap pada Sabtu (23/1/2021) lalu. Kasus itu terungkap usai korban S melapor ke polisi pada Selasa (19/1/2021). S merasa ketakutan menjadi korban terus-menerus.

“Meminta juga ada, tapi dia juga mengirim tanpa diminta,” ungkap AF.

AF juga membantah mengancam bakal membunuh orang tua S adai tidak mengikuti nafsu bejatnya.

“Mengancam menceraikan istri betul, tapi mengancam untuk membunuh (korban) tidak pernah,” bebernya.

Pada pemerkosaan terakhir, YN juga yang membelikan kondom untuk suaminya sebelum aksi perkosaan berlangsung. Malahan YN turut menyaksikan pemerkosaan yang dilakukan suaminya.

“Perkosaan sendiri, peran istri sudah tergambarkan, dimana sang istri menjemput korban ke tempat kerjanya menggunakan motor. Sampai di rumah, korban langsung dibawa ke kamar dan dibukain bajunya.

Selanjutnya mempersilakan suaminya melakukan perkosaan,” ungkap Kasat Reksrim Polres Kota Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution, Rabu kemaren (27/1/2021).

Penyidik terus mendalami hal-hal lain yang menjadi motif pemerkosaan itu. Diketahui, pelecehan kepada korban dilakukan dari tahun 2018. Polisi menyebutkan, tersangka AF menebar ancaman ke korban S dan juga istrinya YN.

“Berdasarkan keterangan tersangka, pengakuan dari YN, dia diancam oleh suaminya. Apabila tidak memenuhi keinginannya bakal membunuh istrinya. Sementara ancaman kepada korban bakal dibunuh dengan orang tuanya,” jelas Chairul.

Terakhir terungkap fakta baru kasus pemerkosaan yang menyeret sepasang suami istri di Kelurahan Pakan Kurai, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, dilansir dari

Korban tak kuasa melawan saat digagahi pertama kali pada tahun 2018 silam. Saat itu, korban sempat diancam orangtuanya akan dibunuh.

Atas perbuatannya pasutri tersebut diancam Pasal 285 juncto 289 KUHPidana, sesuai pasal 285 KUHPidana ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara, sementara 289 KUHP ancaman hukumannya adalah 9 tahun penjara.( Ydi/Ftr).

Tinggalkan Balasan