Disorot Mubazir! Lelang DED Jembatan Layang Koto Rendah – Bukit Tengah Rp.1 Miliar Libatkan Harmin Mantan Kadis PUPR

0
Ilustrasi Jembatan Layang. Siasatinfo.co.id
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Kerinci – Selain disorot soal Master Plan Pusat Kota Kabupaten Kerinci tak jelas keberadaannya, pihak Pemkab Kerinci malah terlalu ambisi ingin membangun jembatan  layang dari bukit Koto Rendah menuju Bukit Tengah.

Terbukti kini disorot lagi, Lelang mubazir DED pembangunan jembatan layang/ Playover, Koto Rendah ke Bukit Tengah dengan pagu anggaran senilai Rp.1 Miliar, HPS 999.811.771,20, itu mencuat kepermukaan karena tak kunjung muncul kapan dibangun.

Soalnya, Detail Engineering Design (DED) dinilai publik bahwa tender jasa konsultansi badan usaha habiskan uang daerah bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Rp.1 Miliar sangat mubazir.

Berhasil dihimpun Siasatinfo.co.id, Senin (12/10/2020) dari berbagai sumber menyebutkan, bahwa pelaksanaan Master Plan ini diduga ada konspirasi mantan Kadis PUPR, Harmin dengan pihak perusahaan dari PT. Kriyasa Abdi Nusantara guna memuluskan pelaksanaan ini.

“Anggaran Rp.1 miliar untuk sebuah perencanaan pembangunan jembatan layang sangat mubazir.

“faktanya, setelah dilelang dan dimenangkan PT. Kriyasa Abdi Nusantara, habiskan dana besar, apa mamfaatnya.

“kita minta agar, Harmin selaku mantan Kadis PUPR 2019 untuk dipanggil aparat penegak hukum agar jelas kenapa setelah perencanaan siap dilelang, bagai ditelan bumi,” ujar sumber Siasatinfo.co.id.

Diketahui, Harga penawaran Rp 987.827.500,00, (Sembilan Ratus Delapan Puluh Tujuh Juta, Delapan Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu, Lima Ratus Rupiah), dimenangkan oleh PT. Kriya Abdi Nusantara, beralamat di Jl. Sanggar Kencana XXIII No.23 Blok 27 RT.002 RW.002 Kel. Jatisari Kec. Buah Batu – Bandung (Kota) – Jawa Barat.

Namun, hingga berita ini dipublish Siasatinfo.co.id, Harmin, Mantan Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kerinci 2019, belum dapat diperoleh keterangannya, terkait siapa penanggung jawab pekerjaan jasa konsultansi ini. (Ncoe/Red).

Tinggalkan Balasan