Dikerjakan Asalan, Mutu Proyek Irigasi Muara Jernih Diragukan

0
Ini potret pekerjaan fisik CV. Permana Sanjaya Irigasi Muara Jernih Merangin. Media Siasatinfo.co.id
Spread the love

Siasatinfo.co.id,Berita Merangin – Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penata’an Ruang (DPUPR) Merangin yang berlokasi di Desa Muara Jernih, Kecamatan Tabir Ulu diduga cacat mutu.

Diketahui, pagu anggaran senilai Rp.506.781.000,00.(506 JT) yang telah dikerjakan oleh CV. PERAMANA SANJAYA, dikuatirkan pekerjaan asal jadi.

Proyek Dengan No Kontrak.08/kont-pji/dak/sad/dpupr/2020, mulai pekerjaannya 27 juli 2020, hingga kini 23/10/20 juga belum selesai.

Dugaan sementara bahwa DPUPR Merangin Kepala Bidang SDA juga ikut dinilai kurang Pengawasannya terhadap Proyek Rehabilitasi tersebut.

Sehingga fisik Rehabilitasi dinding saluran Irigasi pada dinas (BSDA) Kabupaten Merangin tahun anggaran (TA) 2020, sangat diragukan kualitasnya.

Kuat dugaan pelaksanaan kerja fisik tidak sesuai dengan spesifikasi atau perencanaan teknis yang telah dibuat.

Terpisah Darman Utama selaku pihak Konsultan PT.Arofta Consultantindo yang sempat di hubungi melalui Pesan WhatsApp Pribadinya, Sabtu 24/10/20 sekira pukul 18:03 membenarkan kalau pekerjaan Rehabilitasi Saluran Irigasi di Desa Muara Jernih, memang pihaknya selaku Konsultan.

Ya” Kami di pengawasannyo. Konsultan perencanaannyo jugo” kata Darman.

Lanjut Darman, “Karno kami bagian pengawasan, jelas itu bagian dari kami. Kalau tukang dak tau, jadi berdasarkan apo mereka bisa kerjo.

“tentu harus ada gambar dulu, baru bisa kerja terang” Darman di Pesan WhatsApp pribadinya.

Ketika Media ini mempertanyakan terkait dugaan pengerjaan yang kurang Maksimal maupun pengawasannya.

“Jika ada kategori pekerjaan yang tidak maksimal, tentu harus di cek kelokasi dulu. kalau orientasi kita ke monitoring dan kontrol sosial, tentu yang ditemukan menyimpang harus dibongkar dan dibenahi.

“Besok anggota saya turun kelapangan,”ujar Darman.

Dari hasil pembicaraan diatas, kuat dugaan bahwa pengerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini jauh dari pengawasan.

Soalnya, dari hasil investigasi media ini, lantai pada bangunan dikerjakan Asal jadi. Pasangan batu hanya ditumpuk lalu dicor denga adukan semen. Papan penahan cor beton dinding Irigasi terlalu dini dan tergesa-gesa.

Jika di kupas dengan tangan saja beton langsung rontok dan mengelupas.

Sementara itu rekanan Kontraktor CV.Permana sanjaya via seluler terkesan mengelak. Malahan ia menjawab sedang mencari kekuatan hukum soal tidak ada konfirmasi sebelum berita dipublish.

Dikatakannya, pemberitaan sebelumnya tidak ada konfirmasi. Namun, dia pun mau mengklarifikasi berita ini jika mau bertemu dengannya disebuah cafe.(Bayhakie).

Tinggalkan Balasan