Dana BOS SDN 151/X Simpang Datuk Tanjab Timur tidak Transparan, Kepsek : Saya tidak tahu

0
Spread the love

Tanjab Timur, Siasatinfo.co.id – Bantuan Operasional Sekolah atau lebih dikenal dengan Dana “BOS” adalah bantuan pendidikan berbentuk dana yang diberikan kepada sekolah dan madrasah untuk kepentingan non personalia. Dana BOS diberikan berdasarkan jumlah siswa yang dimiliki sebuah sekolah sesuai dengan tingkat satuan pendidikan.

Tujuan Bantuan Operasional Sekolah “BOS” dan fungsi Dana BOS bagi Sekolah Dasar “SD” dan Sekolah Menengah Pertama “SMP” negeri dan swasta. Secara umum Program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka program wajib belajar 9 tahun yang bermutu.

Namun secara khusus, Program BOS bertujuan untuk meringankan beban biaya bagi siswa di sekolah swasta. Kendati demikian pengelolaan Dana BOS pada tiap-tiap sekolah harus jelas dan bersifat transparan serta akuntabel.

Lantas seperti apa realisasi dan cara pengelolaan Dana BOS di SDN 151/X Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Pada masa jabatan Kepala Sekolah yang lama yaitu, “Tamliha” yang menjabat kurang lebih selama 2 periode, realisasi dan sistem pengelolaan Dana BOS yang ada sungguh menjadi tanda tanya dan patut dicurigai adanya indikasi penyelewengan.

Pasalnya, Menurut keterangan “Netti Herawati” Kepala Sekolah SDN 151/X yang saat ini menjabat sudah kurang lebih satu tahun, bahwa ia tidak tahu apa saja yang telah direalisasikan dari Dana BOS pada saat Kepala Sekolah yang lama menjabat.

Sebab pada saat serah terima jabatan dari Kepala Sekolah yang lama (Tamliha.red) kepada dirinya tidak ada aset berarti sekolah yang diserahkan kecuali cuma buku tamu, dan itupun diserahkan secara simbolis, kalau terkait aset-aset lain dirinya tidak tau.

“Saya cerita apa adanya, Bapak bisa lihat sendirilah disini, yang mulai pembelian perlengkapan disekolah ini pada saat zaman saya, karena saya berniat ingin merubah keadaan disini, kalau zaman Kepala Sekolah yang lama saya tidak tau”. Ungkap Kepala Sekolah saat disambangi Awak Media, Rabu (9/10/2019).

Sementara itu, “Tamliha” saat dikonfirmasi ditempat berbeda, mengakui bahwa dirinya pernah menjabat Kepala Sekolah di SDN 151/X kurang lebih 2 periode, namun ia membantah atas informasi yang disampaikan.

Dirinya menganggap mengungkit-ungkit cerita lama, sementara ia sudah tidak menjabat lagi dan selama ini tidak ada masalah, ia pun menuding seolah-olah Kepala Sekolah yang saat ini menjabat seperti menaruh rasa benci terhadap dirinya atas keterangan yang telah dilontarkan kepada Awak Media.

(Firdaus Faradise)

Tinggalkan Balasan