CURANG! Kerjakan Jalan Setapak Desa Rambahan Tak Sesuai Ukuran

0
Spread the love

Siasatinfo.co.id, berita Batang Hari,-Kerjakan jalan setapak di desa Rambahan seberang, Kecamatan Muara bulian, Kabupaten Batang Hari, di duga menjadi ajang permainan oknum Ketua pengelola untuk meraup keuntungan pribadi.

Rancangan Anggaran Biaya (RAB) bersumber dari Dana desa (DD)  2018 lalu, yang di salurkan untuk pembangunan jalan Setapak, masyarakat merasa di curangi oknum TPK setempat.

Menurut keterangan yang berhasil diperoleh siasatinfo.co.id, lebar jalan yang di musyawarahkan  adalah 3 meter, namun yang terjadi hanya 1,5 meter. Alasan bahwa pembangunan Jalan setapak hanya mendapat jatah selebar 1,5 meter.

Kepala pekerja (udo) mengakui, bahwa ia hanya bekerja sesuai perintah oknum TPK (Tim pelaksana Kegiatan). Dengan mengerjakan proyek jalan Cor beton yang Berlokasi dekat Masjid RT 04 tanpa mengetahui Mekanisme Gambar yang tertuang dalam RAB.

Dituturkan bahwa selaku pekerja ia hanya diberi upah sebagai buruh harian dari oknum TPK desa Rambahan Seberang, yaitu inisial (in), yang menjabat sebagai Ketua Rt, 02.

“Para pekerja sempat  mogok kerja dan menununtut upah yang sesuai lah. Mestinya upah kepala pekerja Rp 120.000/Hari dan kernet sebesar Rp. 90.000 /per hari,”ujar Udo.

Dikatakannya lagi” kami cuma di perintahkan oleh In, untuk Mengejakan jalan ini dengan ukuran Lebar 1.5 meter, tinggi 15 cm dan panjang 300 meter.

“Kami sempat mogok kerja, meminta upah yang sesuai pada In. Akhirnya dia menuruti keinginan Kami,” ungkap udo pula, Minggu 20/05/2019.

Dari hasil penuturan udo, tidak transparansinya pengelolaan pembangunan sarat dengan kepentingan pribadi.

Ketua TPK ketika dikonfirmasi siasatinfo.co.id, dikediamannya IN mengatakan, bahwa pembangunan jalan tersebut lebarnya bukan 3 meter.

“lebar jalan yang di bangun bukan 3 meter seperti yang disebut warga, gambarnya kita kasih kepada kepala pekerja,” tegas IN.

Ketika ditanyakan soal RAB pelaksaan pekerjaan jalan setapak tersebut, malah IN berkelit tidak mau memperlihatkannya. Tak heran kalau warga Desa Rambahan Sebrang curiga atas pekerjaan ini.(Herlas).

Tinggalkan Balasan