Berindikasi Bisnis, Pihak SMA Negeri 1 Batanghari Terima Fee Buku LKS Siswa

0
Ini Sekolah SMA Negeri 1 Batang Hari, Provinsi Jambi. Siasatinfo.co.id
Spread the love

Siasatinfo.co.id, Berita Batanghari – Mencuat ada dugaan terima sukses loyalti berupa fee pengadaan buku LKS pada Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi yang berindikasi bisnis.

Padahal sama – sama kita ketahui, ditengah Pandemi dari dampak Covid-19 bagi warga masyarakat sudah barang tentu menjadi momok yang di takuti serta ekonomi tidak stabil.

Ibarat kata pepatah “Sudah Jatuh Tertimpa Tangga” ini lah yang dikeluhkan para orang tua siswa khusu nya SMA. N 1 Batanghari yang harus menanggung beban dengan membayar uang Buku LKS.

Hal tersebut di sampaikan Ketua Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten batanghari, Abdul Bakir, bahwa para peserta didik diwajibkan membeli buku lembaran kerja siswa(LKS) dengan nilai 300 ribu rupiah per siswa plus per setiap semester.

“Itu kan tidak boleh, apa lagi di masa pandemi Covid-19. Dan ini di wajibkan oleh pihak sekolah bagi murid – murid untuk membeli LKS dan ini ada unsur penekanan dari pihak sekolah” kata ketua LMPI, Senin (22/02/2021).

Sementara kepsek Roni Setiawati terkesan mengelak dan keberatan atas konfirmasi awak media.

“Kadang kami ini susah bang, dikonfirmasi nanti naiknya juga negatif kan. Kita klarifikasi juga percuma. Statmen kita juga tetap akan di bawa pada main set abang abang ni” kata kepsek terkesan menghindar dari pertanyaan Media.

Sementara, Informasi yang berhasil dihimpun sumber yang dapat di percaya, kuat dugaan adanya uang fee sejumlah 40 persen dari keuntungan buku LKS yang di terima pihak sekolah SMA. N 1 Batanghari dari pihak penyedia.

“ada seseorang yang tau persis bahwa fee yang di terima sekolah dari keuntungan LKS mencapai 40 persen.

Jika saja harga buku LKS Rp. 200 ribu rupiah dikalikan 900 orang siswa dibagikan 40 persen, tentu persentase untuk pengurus cukup pantastis nilainya.

“Dan hal ini berlangsung disetiap semester baru. Jika tak dibeli oleh Siswa tentu ada strategi khusus agar mereka tertekan ” ungkap nara sumber.(Herlas).

Tinggalkan Balasan