Balap Sepeda TdS Lewati Jalan Kerinci, New Spirit Tour de Singkarak 2019

0
Kecelakaan bruntun pebalap sepeda pada TdS 2018. Siasat Info.
Spread the love

Siasatinfo.co.id Berita Kerinci Jambi,- Semangat masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi menyambut para pebalap sepeda dunia sudah tak sabaran lagi. Soalnya, para usaha kecil dan menengah turut pula mempromosikan hasil karyanya.

Kabupaten Kerinci dan Pemkot Sungaipenuh, sebagai tuan rumah stage Tour de Singkarak 2019 dimeriahkan dengan berbagai event2 penunjang.

Petinggi Kerinci promosikan balap sepeda Tour de Singkarak. Media Online Siasat Info.

Selain libatkan seluruh lapisan masyarakat, langkah mempromosikan Potensi Daerah kita agar manfaat TdS bisa dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan.

Merupakan semangat baru pada penyelenggaraan Tour de Singkarak (TdS) tahun 2019 ini, yaitu bergabungnya dua wilayah di Provinsi Jambi.

Kabupaten Kerinci akan menjadi lokasi start dan finish Stage 7 pada 8 November 2019.

Sementara Kota Sungai Penuh menjadi titik start Stage 8 dan finish di Kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan pada 9 November 2019.

Pantauan siasatinfo.co.id, Keikutsertaan Provinsi Jambi ini menorehkan sejarah baru dalam penyelanggaraan TdS yang telah diselenggarakan sejak 2009. Tahun ini merupakan pelaksanaan TdS yang ke-11.

Survei Rute TdS tim teknis di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, antusiasme penyambutan dari masyarakat setempat cukup luar biasa.

Mereka sama sekali tidak terganggu oleh Iring-iringan kendaraan Tim Survei yang dikawal oleh Satuan Polisi Jalan Raya Polda Sumbar.

Warga kerinci menyapa ramah, melambaikan tangannya ketika berpapasan dengan konvoi Tim Survei, begitu mereka melihat stiker besar berwarna merah bertuliskan “Tim Survei TDS 2019” yang tertempel di kaca depan dan belakang mobil.

Ketika Tim Survei berhenti untuk mencatat titik koordinat, tidak sedikit pula masyarakat yang datang menghampiri, menyapa ramah dan mengajak berbincang-bincang.

Semuanya menyampaikan kegembiraan atas keikutsertaan daerah mereka. Betapa mereka telah lama mendengar dan mengetahui tentang TdS dan akhirnya tahun 2019 ini daerah mereka bisa dilalui oleh pebalap TdS.

Upaya Provinsi Jambi untuk bergabung telah dimulai sejak tahun 2016. Ketika itu merupakan tahun terakhir sebagian besar pembiayaan TdS masih ditanggung oleh Kementerian Pariwisata. Pada tahun 2018, pembiayaan TdS dilepas ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Stage 7 di Kabupaten Kerinci direncanakan start dari Air Terjun Telun Berasap, Taman Nasional Kerinci Seblat dan finish di Dermaga Danau Kerinci dengan jarak tempuh sejauh 82,9 km.

Rute yang ditempuh menembus Kebun Teh, wilayah pegunungan dan Danau Kerinci yang sangat indah, udara yang sejuk.

Lengkap dengan tanjakan dan turunan yang sangat menantang. Pebalap juga akan melewati pusat kota dan pemukiman penduduk. Pemerintah Kabupaten Kerinci pun tidak kalah antusias, wakil bupati Kerinci didampingi kepala OPD terkait, meluangkan waktu mendampingi Tim Survei dari awal sampai akhir.

Sementara itu Kota Sungai Penuh, baik masyarakat maupun pemdanya tidak kalah bersemangat dalam menyambut keikutsertaan mereka pada TdS 2019.

Pada Survei Stage 8, sebelum memulai survei, tim diterima Asisten II beserta seluruh kepala OPD terkait seperti Dinas PU, Pariwisata, Perhubungan dan lain-lain di Balaikota Sungai Penuh.

Walau hanya dilalui sepanjang 38,8 km dari mulai titik Startnya di Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh, rute yang akan dilalui para pebalap TdS tidak kalah indahnya.

Selain melewati wilayah perkotaan, pebalap juga akan melewati wilayah perbukitan Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat dengan cuaca yang sejuk dan pemandangan indah. Bahkan pada Stage 8 ini tercatat rekor puncak tertinggi yaitu 1.400 mdpl di Km. 15 Desa Sungai Ning, Kota Sungai Penuh.

Sangat diharapkan keikutsertaan Provinsi Jambi pada TdS 2019 dapat memberi gairah dan semangat ektra bagi kabupaten dan kota di Sumatera Barat, baik Grand Start, Grand Finish, Start Etape dan Finish Etape.

“Kalau bukan kita warga Sumatera Barat yang mengapresiasi, maka siapa lagi? Harus kita ingat bahwa pada awalnya tidak lah mudah untuk bisa menyelenggarakan TdS pada tahun 2009. Pelaksanaan pertamanya bertujuan mengangkat kembali Pariwisata Sumatera Barat setelah dilanda gempa dahsyat.

Bahkan seperti dikutip https://www.cnnindonesia,com/ pada Upacara Penutupan dan Penyerahan Hadiah TdS 2017, Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara menyatakan bahwa sejak 2013 Amauri Sport Organization (ASO), penyelenggara Tour de France, merekomendasi TdS menjadi kejuaraan mayor di Asia karena mampu menyedot lebih dari satu juta penonton.

Ranking TdS tingkat dunia dari jumlah penonton menduduki peringkat ke-5, setelah Tour de France, Giro d’Italia, Vuelta a Espana, dan Santos Tour Down Under. Tds juga merupakan kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International).

“Untuk itu mari kita masyarakat Sumatera Barat sama-sama mendukung pelaksanaan TdS 2019. Karena suksesnya pelaksanaan TdS tidak hanya bergantung di tangan pemerintah dan panitia penyelenggara saja. Butuh dukungan masyarakat agar event internasional milik Sumatera Barat ini bisa terlaksana dengan sukses.

 

TdS harus bisa dimanfaatkan menjadi media promosi keelokan alam, pesona budaya, keragaman adat istiadat, kelezatan kuliner dan semua hal posiitif tentang Sumatera Barat. Semua pihak mesti terlibat aktif untuk menggaungkan atau mempromosikan iven ini sejak dini, termasuk dari para pegiat pariwisata, industri kreatif, pengusaha hotel, restoran, UMKM dan pihak bandara. Sebab, jika pengunjung ramai menyaksikan TdS, usaha-usaha tersebut juga yang akan merasakan dampak ekonominya.

Penulis sangat berharap TdS bisa sebesar Tour de France yang telah lebih 100 kali dilaksanakan sejak tahun 1903.

Saat ini Tour de France menjadi event kebanggaan di Eropa yang walau harus membayar puluhan juta Euro agar bisa menjadi lokasi titik Grand Start atau Grand Finish.

Kota-kota dan negara-negara di Eropa berebut dan harus bersaing keras untuk bisa memperolehnya. Pasalnya, pemasukan yang didapat dari wisatawan yang datang dan sponsor-sponsor jauh melebihi biaya yang dibayarkan. Industri hotel, restoran, industri kreatif, UMKM dan masyarakat sekitar lokasi start dan finish menikmati efek ekonominya.(*) TdS 2019.

 

 

Tinggalkan Balasan